LAMONGAN, WartaNuswantara.com– Bulan suci Ramadan menjadi momentum mempererat persaudaraan dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Suasana itulah yang terasa hangat di Dusun Glendeh, Desa Tunggunjagir, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, Minggu (15/3/2026), ketika tiga perguruan silat menggelar kegiatan buka puasa bersama dan santunan kepada dhuafa.

Penyerahan bantuan sosial atau santunan oleh perwakilan ke tiga organisasi silat kepada salah satu penerima di Dusun Glendeh Desa tunggunjagir, Mantub Lamongan
Tiga perguruan yang terlibat yakni Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), IKSPI Kera Sakti, dan Pagar Nusa. Puluhan anggota dari ketiga perguruan tersebut bersama warga setempat berkumpul di halaman Balai Dusun Glendeh dalam suasana penuh kebersamaan.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda berbuka puasa bersama. Lebih dari itu, acara tersebut menjadi ruang silaturahmi lintas perguruan silat yang selama ini dikenal memiliki basis massa besar di masyarakat. Di Glendeh, ketiganya justru menunjukkan wajah persaudaraan dan kolaborasi sosial.
Sejak sore hari, para anggota perguruan silat sudah mulai berdatangan. Mereka bersama masyarakat menyiapkan berbagai keperluan kegiatan, mulai dari tempat acara hingga paket bantuan untuk warga yang membutuhkan.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan doa bersama yang dipimpin oleh Samsul, salah satu anggota PSHT. Doa tersebut dipanjatkan agar kegiatan membawa keberkahan sekaligus mempererat hubungan antara perguruan silat dan masyarakat.
Momentum paling menyentuh terlihat saat penyerahan santunan kepada sejumlah warga dhuafa di Dusun Glendeh. Bantuan berupa paket sembako tersebut dihimpun secara gotong royong oleh anggota dari tiga perguruan silat sebagai wujud kepedulian sosial.
Ketua panitia kegiatan, Rofik, mengatakan kegiatan ini sengaja digagas sebagai upaya membangun hubungan yang lebih harmonis antarperguruan silat sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial.
“Perguruan silat bukan hanya tentang latihan bela diri. Di dalamnya ada nilai persaudaraan, kebersamaan, dan pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan dan membawa manfaat bagi warga,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari para tokoh masyarakat setempat. Hadir dalam acara itu Kepala Dusun Glendeh Bapak Suparto, Moden desa Bapak Riono, anggota BPD, para ketua RT dan RW, serta Ketua Karang Taruna setempat.
Dalam sambutannya, Suparto Kepala Dusun Glendeh menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan anggota perguruan silat yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kebersamaan yang ditunjukkan tiga perguruan silat dalam kegiatan sosial ini menjadi contoh positif bagi masyarakat.
“Ini kegiatan yang sangat baik. Tiga perguruan silat bisa berkumpul, menjaga persaudaraan, dan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun,” katanya.
Menjelang waktu berbuka puasa, acara dilanjutkan dengan tausiyah singkat yang disampaikan oleh bapak Riono selaku Mudin Desa . Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh peserta untuk menjaga kerukunan serta menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbanyak amal kebaikan.
Saat adzan Maghrib berkumandang, seluruh peserta kemudian berbuka puasa bersama. Anggota perguruan silat dan warga duduk berdampingan menikmati hidangan yang telah disiapkan panitia. Suasana keakraban terlihat jelas, memperlihatkan bahwa perbedaan perguruan bukanlah penghalang untuk bersatu dalam kebersamaan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi simbol persatuan antarperguruan silat di wilayah tersebut sekaligus memberikan contoh kepada generasi muda tentang pentingnya menjaga kerukunan, persaudaraan, dan kepedulian sosial.
Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto sebagai kenangan atas kebersamaan yang terjalin hangat di bulan suci Ramadan. (Red).














