LAMONGAN, WartaNuswantara.com – Pemerintah Kabupaten Lamongan menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian sebagai penopang utama ketahanan pangan daerah dan nasional. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, saat menghadiri kegiatan Sedekah Bumi di Dusun Sambong, Desa Barurejo, Kecamatan Sambeng, Selasa (2/5).
Dalam kegiatan yang dihadiri para petani dan tokoh masyarakat tersebut, Wakil Bupati yang akrab disapa Mas Dirham berdialog langsung dengan petani untuk menyerap berbagai aspirasi terkait kondisi pertanian saat ini. Sejumlah persoalan yang mengemuka di antaranya potensi dampak musim kemarau panjang pada 2026 serta kelancaran distribusi pupuk bersubsidi.
Mas Dirham menyampaikan bahwa keberhasilan Kabupaten Lamongan mempertahankan status sebagai salah satu lumbung pangan nasional tidak terlepas dari peran besar para petani yang selama ini konsisten menjaga produktivitas lahan pertanian.
Menurutnya, capaian produksi padi Lamongan yang mencapai sekitar 1,33 juta ton pada 2025 menjadi bukti nyata kontribusi petani dalam mendukung ketahanan pangan. Angka tersebut menempatkan Lamongan sebagai daerah penghasil padi tertinggi di Jawa Timur sekaligus memperkuat perannya sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional.
“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras para petani. Pemerintah daerah memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi mereka dalam menjaga ketersediaan pangan, baik untuk masyarakat Lamongan maupun Indonesia,” ujar Mas Dirham.
Dalam dialog tersebut, para petani juga menyampaikan kekhawatiran terhadap prediksi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang pada tahun depan. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi ketersediaan air untuk kebutuhan irigasi dan berdampak pada produktivitas pertanian.
Menanggapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Lamongan telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi melalui penguatan infrastruktur pengairan. Upaya yang dilakukan meliputi pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier, normalisasi embung, serta peningkatan sarana pendukung pengairan lainnya.
Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah pusat guna memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Selain persoalan pengairan, distribusi pupuk bersubsidi turut menjadi perhatian petani. Aspirasi tersebut dicatat sebagai bahan evaluasi untuk memastikan kebutuhan pupuk dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan mendukung keberlangsungan produksi pertanian.
Mas Dirham menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi salah satu prioritas pembangunan Kabupaten Lamongan. Selain menjaga stabilitas produksi pangan, pembangunan infrastruktur pertanian juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat perekonomian masyarakat pedesaan.
Dengan sinergi antara pemerintah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan, Pemkab Lamongan optimistis sektor pertanian daerah akan tetap tumbuh dan mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk perubahan iklim yang berpotensi memengaruhi pola musim serta ketersediaan sumber daya air. (Red).















