KLASTERISASI OLAHAN HASIL LAUT MENJADI KERUPUK IKAN PT PNM MEKAAR
Gresik, wartanuswantara.com – Program Klasterisasi Olahan Hasil Laut Menjadi Kerupuk Ikan yang diselenggarakan oleh PT PNM Mekaar di desa Pangkatrejo Wetan Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program ini difokuskan pada peningkatan kapasitas pelaku usaha olahan hasil laut agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas, memiliki daya saing, serta memberikan nilai tambah terhadap hasil tangkapan nelayan setempat.
Melalui rangkaian pelatihan, pendampingan usaha, dan penguatan kelembagaan kelompok, para peserta mendapatkan pengetahuan serta keterampilan dalam proses pengolahan ikan menjadi kerupuk ikan yang higienis, berkualitas, dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Selain itu, peserta juga memperoleh wawasan mengenai pengemasan produk, strategi pemasaran, serta pengelolaan usaha yang berkelanjutan.

Kegiatan pembukaan program klasterisasi ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan yang mendukung pengembangan UMKM di wilayah Ujungpangkah, di antaranya Hafidhur selaku Manager Support Cabang Lamongan, Arif dari Dinas Perikanan, Hikmah dari Diskoperindag, Sugeng sebagai Pendamping UMKM, serta Khusnul selaku Ketua Nelayan Muara Solo.
Dalam sambutannya, Ibu Hikmah dan Bapak Arif menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada PT PNM Mekaar Unit Ujungpangkah atas terselenggaranya program klasterisasi tersebut. Mereka berharap kegiatan yang mendukung pengembangan usaha UMKM ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya dukungan yang berkelanjutan terhadap pelaku usaha lokal, wilayah Ujungpangkah diharapkan dapat berkembang menjadi sentra ekonomi pesisir yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.

Pelaksanaan program ini telah memberikan berbagai manfaat nyata bagi para peserta dan masyarakat sekitar, antara lain:
Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah ikan menjadi kerupuk ikan yang berkualitas dan sesuai standar pasar.
Terbentuknya kelompok usaha (klaster) yang lebih solid, sehingga tercipta kerja sama yang baik dalam proses produksi, pengadaan bahan baku, dan pemasaran produk.
Peningkatan kualitas produk, baik dari segi rasa, tekstur, kebersihan, maupun desain kemasan yang lebih menarik dan profesional.
Meningkatnya nilai tambah hasil laut, sehingga mampu memberikan keuntungan ekonomi yang lebih besar bagi pelaku usaha.
Bertambahnya motivasi dan kepercayaan diri peserta untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan memperluas jangkauan pasar.
Terbukanya peluang pemasaran yang lebih luas, baik di tingkat lokal maupun regional, melalui penguatan branding dan promosi produk.
Kendala yang Dihadapi
Selama pelaksanaan program, terdapat beberapa tantangan yang masih perlu menjadi perhatian bersama, antara lain:
Masih terbatasnya akses pemasaran produk ke luar daerah.
Perlunya peningkatan kapasitas manajemen usaha dan pencatatan keuangan bagi sebagian peserta.
Keterbatasan sarana produksi yang dapat memengaruhi kapasitas dan efisiensi usaha.

Secara keseluruhan, Program Klasterisasi Olahan Hasil Laut Menjadi Kerupuk Ikan telah memberikan dampak positif bagi pengembangan UMKM di Desa Ujungpangkah. Melalui kolaborasi antara PT PNM Mekaar, pemerintah daerah, pendamping UMKM, serta masyarakat setempat, program ini berhasil mendorong peningkatan kualitas produk dan kapasitas usaha para peserta.
Ke depan, program serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan dan diperluas cakupannya sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, penguatan UMKM berbasis potensi lokal, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (HF)















