Surabaya, WartaNuswantara.com — PT Rajawali Media Perkasa menggelar kegiatan halal bi halal bersama jajaran redaksi dan wartawan sebagai upaya mempererat hubungan internal sekaligus memperkuat arah kerja jurnalistik ke depan. Kegiatan tersebut berlangsung di sebuah rumah makan di kawasan Darmokali, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, Minggu (19/4/2026).
Pimpinan Umum PT Rajawali Media Perkasa, Agus Setiawan, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan pasca-Idulfitri. Ia menyebut momentum halalbihalal bukan sekadar tradisi, tetapi juga ruang refleksi untuk memperbaiki sikap dan etos kerja.

Menurutnya, perkembangan Rajawalimedia.net yang telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas kerja redaksi, terutama dalam penyajian berita daring yang cepat namun tetap akurat.
“Ke depan, koordinasi antarwilayah perlu diperkuat, termasuk peran kepala biro dalam memastikan standar pemberitaan tetap terjaga,” ujarnya.
Agus juga menyinggung pentingnya sinergi antarwartawan dan dewan redaksi agar arah pemberitaan tetap sejalan dengan visi perusahaan. Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat soliditas internal di tengah tuntutan industri media yang semakin dinamis.
Sementara itu, Dewan Redaksi Gunaryo Handatjia mengingatkan jurnalis untuk tetap berpegang pada prinsip profesionalisme. Ia menegaskan bahwa tugas utama wartawan adalah mencari dan menyajikan informasi, bukan mengejar keuntungan pribadi.
“Integritas harus dijaga. Hindari praktik yang melanggar hukum dan tetap bekerja sesuai standar operasional yang berlaku,” katanya.
Ia juga mendorong seluruh wartawan untuk mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai bagian dari peningkatan kapasitas dan kredibilitas profesi. Menurutnya, dukungan manajemen dalam memfasilitasi hal tersebut menjadi langkah penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia di lingkungan perusahaan.
Di sisi lain, kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah yang mengajak seluruh peserta untuk menjaga nilai-nilai etika dan kebersamaan dalam bekerja. Suasana berlangsung sederhana namun hangat, ditutup dengan ramah tamah yang menjadi ajang interaksi antaranggota redaksi.
Meski demikian, sejumlah peserta menilai tantangan ke depan tidak hanya terletak pada kekompakan internal, tetapi juga pada kemampuan perusahaan menjaga independensi dan kualitas jurnalistik di tengah persaingan media digital yang semakin ketat. Hal ini dinilai penting agar kepercayaan publik terhadap media tetap terjaga.(Red).














