LAMONGAN, WartaNuswantara.com – Di tengah upaya pemulihan masyarakat pasca banjir yang melanda wilayah utara Kabupaten Lamongan sejak akhir 2025, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Lamongan menunjukkan komitmennya dalam me!ondampingi masyarakat. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PNM menyalurkan 500 paket sembako bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Kalitengah dan Kecamatan Karangbinangun.

Foto bersama dengan para penerima bantuan yang merupakan korban banjir satu semester di Lamongan
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk bantuan kemanusiaan, tetapi juga mencerminkan pendekatan pemberdayaan yang selama ini menjadi identitas PNM dalam membangun hubungan dengan masyarakat, khususnya kelompok usaha ultra mikro di daerah.

Pemimpin Cabang PNM Lamongan, Budianto, turun langsung menyerahkan bantuan kepada warga di lokasi terdampak. Kehadirannya bersama tim PNM menjadi simbol kedekatan perusahaan dengan masyarakat yang selama beberapa bulan terakhir masih menghadapi dampak banjir berkepanjangan sejak Desember 2025.
Menurut Budianto, bantuan sembako tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memberi dukungan moral agar warga tetap optimistis dalam menjalani masa pemulihan.

Penyerahan bantuan kepada para korban terdampak banjir di wilayah lamongan
“Melalui program TJSL ini, kami ingin memastikan bahwa PNM tidak hanya hadir sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya,” ujarnya.
Lebih jauh, kegiatan sosial ini juga memperlihatkan peran PNM sebagai lembaga yang tidak sekadar menyalurkan modal usaha. Selama ini PNM dikenal aktif melakukan pendampingan bagi pelaku usaha ultra mikro, terutama perempuan pelaku usaha kecil melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi.
Pendekatan tersebut membuat keberadaan PNM di banyak daerah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang turut memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Di Lamongan sendiri, jaringan nasabah ultra mikro PNM terus berkembang. Banyak pelaku usaha kecil yang memanfaatkan layanan pembiayaan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka, mulai dari sektor kuliner, perdagangan kecil, hingga usaha rumahan.
Karena itu, kegiatan bantuan bagi korban banjir ini dinilai menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan yang lebih luas—di mana kepedulian sosial berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat.
Dengan program TJSL yang terus digulirkan, PNM Cabang Lamongan menegaskan komitmennya untuk tetap hadir di tengah masyarakat, baik dalam kondisi normal maupun saat menghadapi situasi darurat.
Bagi warga Kalitengah dan Karangbinangun yang masih berupaya bangkit dari dampak banjir, bantuan tersebut tidak hanya berarti dukungan logistik, tetapi juga menjadi pengingat bahwa proses pemulihan selalu berjalan lebih kuat ketika dilakukan bersama.(Red).














