Menu

Dark Mode
Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam di Kali Pasinan Lamongan, Polisi Imbau Pengawasan Anak Ditingkatkan Dialog di Atas KRI Dewa Ruci: Mendorong Bela Negara di Tengah Tantangan Kedaulatan Laut Siap Menghadapi kemarau, lamongan dapat kado bantuan sarana irigasi dari kementan Melimpahnya Pupuk Perikanan Lamongan, 52 ribu Ton siap diserap Petambak. FKBN Konsolidasikan Bidang Media, Siapkan Strategi Penguatan Narasi Bela Negara 2026 Edukasi Lingkungan dan Penanganan Sampah Liar di Kedungpring Soroti Perubahan Perilaku Warga

Organisasi

Dukung Kekuatan Ketahanan Pangan Nasional, FKBN Panen Raya Padi Terapan Organik di Bulakrejo Sukoharjo.

badge-check


					Dukung Kekuatan Ketahanan Pangan Nasional, FKBN Panen Raya Padi Terapan Organik di Bulakrejo Sukoharjo. Perbesar

Dukung Kekuatan Ketahanan Pangan Nasional, FKBN Panen Raya Padi Terapan Organik di Bulakrejo Sukoharjo.

 

Sukoharjo,WartaNuswantara.com – Kegiatan panen raya padi terapan organik dilaksanakan oleh Forum Kader Bela Negara (FKBN) Badan Koordinator Pusat sebagai bagian dari program pertanian berkelanjutan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional menuju lumbung pangan dunia. Kegiatan tersebut berlangsung di area persawahan Desa Bulakrejo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Rabu, 4 Februari 2026.

Panen raya ini menjadi bukti nyata keberhasilan metode budidaya padi organik yang dikembangkan FKBN melalui pendekatan “Bela Negara di Sektor Pangan”. Program tersebut mengedepankan penggunaan nutrisi organik, pengurangan bahan kimia sintetis, serta penguatan kemandirian petani melalui pelatihan teknis dan pendampingan lapangan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pengurus Bakorpus FKBN, Ketua Koperasi Bela Negara FKBN, Koordinator PPL Pertanian Kabupaten Sukoharjo, Kasatwas Forum Kader Bela Negara (FKBN), Sambutan Pemerintah Daerah Camat, Dinas Pertanian Kabupaten Sukoharjo, BAPPISUS – RI, BACADNAS Kementerian Pertahanan – RI, Petani Bela Negara, Tim Ahli Terapan Organik FKBN Kabupaten Lamongan, dan Kelompok Petani Desa Bulakrejo Kabupaten Sukoharjo.

Para peserta pelatihan, Pengurus Bakorpus FKBN, beserta Para undangan foto bersama di sela kegiatan

Ketua Badan Koordinator Pusat FKBN, Angga Rahardian Tirtawidjaja dalam konferensi persnya menyampaikan bahwa sektor pangan merupakan bagian penting dari pertahanan negara.

“Bela negara bukan hanya di bidang keamanan, tetapi juga memastikan rakyat memiliki ketersediaan pangan yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan. Pertanian organik adalah langkah strategis untuk masa depan bangsa,” ujarnya.

Masih kata Angga, “Testimoni petani setempat yang selama ini menggunakan pupuk kimia membuktikan bahwa ada peningkatan hasil panen yang nyata, jika petani menggunakan terapan pupuk organik Bela Negara.”

Puluhan kader FKBN bersama kelompok tani setempat dan para undangan tampak bergotong royong memanen padi yang telah menguning.

Sementara itu, Ketua Koperasi Bela Negara FKBN, Elpin Subagus, menyampaikan bahwa kegiatan panen padi terapan organik ini bukan sekadar panen hasil pertanian, tetapi merupakan wujud nyata pengabdian kader bela negara di sektor pangan.

“Panen hari ini membuktikan bahwa semangat bela negara dapat diwujudkan melalui kerja nyata di sawah. Ketahanan pangan adalah fondasi kedaulatan bangsa. Jika petani mandiri, pangan tercukupi, maka negara akan kuat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa program pertanian organik yang dikembangkan FKBN bertujuan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, menekan biaya produksi, serta menjaga kesuburan tanah demi keberlanjutan generasi mendatang.

“Kami ingin petani tidak hanya panen banyak, tetapi juga sehat tanahnya, sehat hasilnya, dan sehat ekonominya. Inilah makna kemandirian pangan yang sesungguhnya. Dari desa, kita bangun kekuatan nasional menuju Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” tambahnya.

Elpin juga berharap gerakan ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk menerapkan sistem pertanian organik berbasis gotong royong dan nasionalisme, sehingga FKBN dapat terus berkontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan bangsa.

Hasil panen menunjukkan produktivitas yang baik dengan kualitas gabah lebih sehat dan ramah lingkungan. Selain itu, biaya produksi dinilai lebih efisien karena penggunaan pupuk dan pestisida organik buatan sendiri.

Abah Mustain Selaku pakar Pupuk organik memberikan pelatihan dan pendampingan pembuatan pupuk organik FKBN yang mendapat testimoni positif dari para petani sukoharjo.

Inti Kegiatan ini juga dirangkai dengan diskusi dan edukasi tentang terapan full organik Bela Negara dan bagaimana cara pembuatan nutrisi, probiotik organik dan pestisida alami oleh Abah mustain dari FKBN Kabupaten Lamongan.

“Petani setempat sangat antusias dan menyambut positif program ini karena memberikan dampak langsung terhadap peningkatan hasil panen sekaligus menjaga kesuburan tanah. Saya berharap para petani menerapkan metode ini secara berkala, dan dapat diterapkan secara lebih luas di desa-desa lain di wilayah Kabupaten Sukoharjo,” ungkap Abah Mustain Lamongan.

Testimoni dr Petani Terapan Organik Bela Negara Sihono bahwa terapan organik bela Negara telah berhasil di terapkan di kalurahan bulakrejo kecamatan sukoharjo dengan di awal terapan semi organik.

“Hasil panen terapan organik di lahan saya meningkat dari sebelumnya, mencapai 8,3 per hektar,” katanya.

Melalui panen padi terapan organik ini, FKBN menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan pertanian nasional.

Diharapkan, gerakan kolektif ini mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

“Dari desa untuk ketahanan bangsa,” menjadi semangat yang terus digaungkan dalam setiap langkah gerakan pertanian organik FKBN. (Red/FKBN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dialog di Atas KRI Dewa Ruci: Mendorong Bela Negara di Tengah Tantangan Kedaulatan Laut

15 April 2026 - 13:52 WIB

FKBN Konsolidasikan Bidang Media, Siapkan Strategi Penguatan Narasi Bela Negara 2026

12 April 2026 - 23:33 WIB

Edukasi Lingkungan dan Penanganan Sampah Liar di Kedungpring Soroti Perubahan Perilaku Warga

11 April 2026 - 21:29 WIB

Tiga Tahun, FKBN Lamongan Dampingi 2.458 UMKM Urus Legalitas

10 April 2026 - 05:49 WIB

Retret Bela Negara Batch 2 Lamongan 2026 Dibuka, Perkuat Karakter dan Nasionalisme Masyarakat

9 April 2026 - 22:40 WIB

Trending on Bela Negara