Menu

Dark Mode
PNM CABANG LAMONGAN BEKALI PELAKU UMKM IBU-IBU MEKAAR DENGAN PENGETAHUAN LEGALITAS USAHA DAN BRANDING PRODUK USAHA Hari Koperasi ke-79 Jadi Ajang Promosi Produk UMKM Lamongan ke Kancah Globa WPP Pusat dan Jawa Timur Tegaskan Komitmen Menangkan PPP di Pemilu 2029. Mengubah Sampah Menjadi Nilai Ekonomi, PNM Dorong Pemberdayaan Nasabah Melalui Program Eco Life Meriah! Nobar Final Piala Dunia 2026 di DPD Golkar Lamongan Berhadiah Dua Ekor Kambing PNM Cabang Lamongan Bekali Calon Account Officer Lewat Orientation Basic Training

Daerah

Mengubah Sampah Menjadi Nilai Ekonomi, PNM Dorong Pemberdayaan Nasabah Melalui Program Eco Life

badge-check


					Mengubah Sampah Menjadi Nilai Ekonomi, PNM Dorong Pemberdayaan Nasabah Melalui Program Eco Life Perbesar

Mengubah Sampah Menjadi Nilai Ekonomi, PNM Dorong Pemberdayaan Nasabah Melalui Program Eco Life

Gresik,WartaNuswantara.com- – Persoalan sampah rumah tangga tidak lagi dapat dipandang semata sebagai isu kebersihan lingkungan. Di tengah meningkatnya volume sampah perkotaan, pengelolaan sampah telah berkembang menjadi bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan yang mampu memberikan manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat.

Berangkat dari pemahaman tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Lamongan menghadirkan program Eco Life sebagai bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Para peserta dan pemateri berfoto bersama dalam kegiatan pelatihan pengolahan sampah kelompok mekaar PNM Gresik

Kegiatan yang diikuti 35 nasabah PNM Mekaar di Kelurahan Tenggulunan, Kecamatan Kebomas pada Senin 20 Juli 2026 kemarin. Tidak hanya berisi sosialisasi mengenai teknik pemilahan sampah rumah tangga, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular.

Manager Support PNM Cabang Lamongan, Hafidur menuturkan, PNM terus menerus secara konsisten mengembangkan berbagai program peningkatan kapasitas nasabah melalui pelatihan, pendampingan usaha, literasi keuangan hingga program apresiasi.

Menurutnya, pemberdayaan ekonomi masyarakat akan lebih berkelanjutan apabila diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, berbagai program nonpembiayaan terus dikembangkan agar nasabah memiliki kemampuan adaptasi terhadap berbagai tantangan sosial maupun ekonomi.

“Kami ingin memastikan kapasitas para nasabah terus meningkat sehingga mampu mengembangkan usahanya secara mandiri,” ujarnya.

Dikatakan, untuk Kabupaten Gresik terdapat 28 unit layanan PNM, sedangkan di Kecamatan Kebomas terdapat dua unit dengan sekitar 6.500 nasabah Mekaar yang terus didampingi. Hafidhur berharap lewat kegiatan ini, sampah tidak lagi diposisikan sebagai residu yang harus dibuang, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai tambah apabila dikelola secara tepat.

“Bagi kami, peningkatan kesejahteraan nasabah tidak hanya diukur dari bertambahnya akses terhadap modal usaha, tetapi juga dari meningkatnya kapasitas, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan memanfaatkan potensi di sekitar menjadi sumber nilai ekonomi baru,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Lurah Tenggulunan, Mujib, menyampaikan bahwa program tersebut memiliki arti penting bagi wilayahnya sebab hingga kini, Kelurahan Tenggulunan masih menjadi satu-satunya kelurahan di Kecamatan Kebomas yang belum memiliki bank sampah.

“Keberhasilan pengelolaan sampah tidak dapat dibebankan kepada individu semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Edukasi yang diberikan PNM dapat menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif sekaligus membuka peluang terbentuknya bank sampah di masa mendatang,” kata Mujib.

Hal senada disampaikan Sekretaris Kecamatan Kebomas, Hidayatul Muslimah. Ia mengapresiasi komitmen PNM yang tidak hanya berkontribusi pada penguatan sektor usaha mikro melalui pembiayaan, tetapi juga mendukung pembangunan sosial dan lingkungan.

“Selama ini masyarakat mengeluarkan biaya untuk membuang sampah. Setelah memahami teknik pengelolaan yang benar, masyarakat akan mengetahui bahwa sampah justru dapat menghasilkan nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Materi pelatihan disampaikan oleh Ketua Relawan Eco Enzyme Indonesia (REEI) Kabupaten Gresik, Tatik Erawati. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah tangga sebagai fondasi utama pengelolaan sampah berkelanjutan.

“Sampah organik, dapat diolah menjadi eco enzyme maupun kompos, sedangkan sampah anorganik memiliki potensi untuk didaur ulang sehingga memberikan nilai ekonomi,” ujarnya.

Penyerahan bantuan pemilahan sampah sevara simbolik kepada kelurahan tenggulun kecamatan kebomas Gresik

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perubahan perilaku masyarakat, PNM turut menyerahkan secara simbolis fasilitas tempat sampah tiga pilah beserta sarana pendukung pengelolaan sampah kepada masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan menjadi stimulus bagi penerapan sistem pemilahan sampah sejak dari sumbernya, yaitu rumah tangga. (HF)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

PNM CABANG LAMONGAN BEKALI PELAKU UMKM IBU-IBU MEKAAR DENGAN PENGETAHUAN LEGALITAS USAHA DAN BRANDING PRODUK USAHA

27 July 2026 - 04:05 WIB

PNM Cabang Lamongan Bekali Calon Account Officer Lewat Orientation Basic Training

16 July 2026 - 11:52 WIB

Ironi MBG, Niatnya Sederhana Jalurnya Berbelit-belit

7 July 2026 - 03:45 WIB

Ketua JMSI Jawa Timur: HUT Media Harus Berdampak bagi Masyarakat

4 July 2026 - 05:22 WIB

Lagi, Gagal Salip Truk Pemotor 19 Tahun Tewas

3 July 2026 - 15:13 WIB

Trending on Berita Terkini