Menu

Dark Mode
Sinergi Pusat-Daerah Disorot dalam Survei Kampung Nelayan Merah Putih di Lamongan Pemerintah Buka Rekrutmen Nasional untuk Perkuat Koperasi Desa dan Kampung Nelayan Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam di Kali Pasinan Lamongan, Polisi Imbau Pengawasan Anak Ditingkatkan Dialog di Atas KRI Dewa Ruci: Mendorong Bela Negara di Tengah Tantangan Kedaulatan Laut Siap Menghadapi kemarau, lamongan dapat kado bantuan sarana irigasi dari kementan Melimpahnya Pupuk Perikanan Lamongan, 52 ribu Ton siap diserap Petambak.

Agro Sektor

Developer TIKUNG KOTA BARU diduga melakukan tindak Pidana Penipuan Dan Penggelapan

badge-check


					Developer TIKUNG KOTA BARU diduga melakukan tindak Pidana Penipuan Dan Penggelapan Perbesar

LAMONGAN, WartaNuswantara.com- Pengusaha Developer Perumahan Tikung Kota Baru (TKB), Subandi (40) dilaporkan ke Polres Lamongan atas dugaan penipuan dan Penggelapan. Pasalnya, Kesepakatan pembelian matrial senilai Rp177 juta lebih tak kunjung dibayar, bahkan berkali kali dikasih cek kosong.

H-S (66), beralamat di kelurahan Sidokumpul, Lamongan selaku pemilik toko bangunan “Rizky Panca Gemilang” merasa ditipu oleh Pengusaha Developer TKB tersebut. Kejadian tersebut bermula pada bulan Desember 2024 Subandi, pengusaha developer perumahan TKB, datang kepada pelapor kalau ada anak buahnya yang meminta kiriman material bangunan agar dilayani dan untuk pembayaran nanti dia yang bayar.

Setelah beberapa kali pengiman awal pembayaran lancar kemudian meminta kirman lagi material senilai Rp. 61.226.500 yang saat pelapor tanyakan pembayarannya kemudian diberi Cek Bank BTN nomor TA 716871 jatuh sempo tanggal 21 Februari 2025.

foto:Dok Polres Lamongan

Sebelum cek jatuh tempo, minta kiriman material lagi senilai Rp. 58.152.000 yang saat pelapor tanyakan pembayarannya diberi cek Bank BTN lagi nomor TA. 877029 yang jatuh sempo tanggal 10 Maret 2025.

Selanjutnya sebelum jatuh tempo meminta lagi pengiriman material bangunan senilai Rp 56775.500,- dan diberi cek Blak BTN lagi nomor TA 8770037 yang jatuh tempo tanggal 14 April 2025.

Akan tetapi setelah jatuh tempo masing- masing cek pelapor diambil di Bank BTN Cabang Lamongan di Jalan Veteran No. 64, Kelurahan Banjamendalan, Kecamatan Kabupaten Lamongan, ternyata cek tersebut kosong tidak ada saldonya.

Kemudian pelapor tanyakan ke Subandi dengan cara pelapor mendatangi di kantomya di PT DJEM JAYA MAKMUR, namun pelapor diminta menunggu beberapa hari dan setelah itu pelapor mengecek lagi saldonya dan tetap kosong. Sehingga tidak ada pembayaran sama sekali dan sampai sekarang tidak ada kejelasannya.

Dengan adanya kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian materil sebesar Rp. 177.154.000,- dan melaporkan ke Polres Lamongan. “H-S melaporkan Subandi ke Polres Lamongan dengan surat laporan bernomor STTLP/B/ 8/I/2026/SPKT/Pilres Lamingan/Polda Jawa Timur tanggal 9 Januari 2026 lalu.

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid, di konfirmasi diruang kerjanya mengatakan, pihaknya membenarkan, bahwa laporan sudah diterima. Polres Lamongan sudah menindaklanjuti laporan yang dibuat H-S terhadap Pengusaha Developer Perumahan Tikung Kota Baru (TKB), Subandi.

Laporan tersebut saat ini dilakukan Proses Penyelidikan. “Benar Laporan sudah kami Terima dan saat ini dilakukan Proses Penyelidikan oleh Sat Reskrim Polres Lamongan,” ungkap Hamzaid. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sinergi Pusat-Daerah Disorot dalam Survei Kampung Nelayan Merah Putih di Lamongan

16 April 2026 - 09:32 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen Nasional untuk Perkuat Koperasi Desa dan Kampung Nelayan

16 April 2026 - 07:43 WIB

Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam di Kali Pasinan Lamongan, Polisi Imbau Pengawasan Anak Ditingkatkan

15 April 2026 - 17:13 WIB

Siap Menghadapi kemarau, lamongan dapat kado bantuan sarana irigasi dari kementan

15 April 2026 - 13:30 WIB

Melimpahnya Pupuk Perikanan Lamongan, 52 ribu Ton siap diserap Petambak.

13 April 2026 - 23:24 WIB

Trending on Berita Terkini