Menu

Dark Mode
PNM CABANG LAMONGAN BEKALI PELAKU UMKM IBU-IBU MEKAAR DENGAN PENGETAHUAN LEGALITAS USAHA DAN BRANDING PRODUK USAHA Hari Koperasi ke-79 Jadi Ajang Promosi Produk UMKM Lamongan ke Kancah Globa WPP Pusat dan Jawa Timur Tegaskan Komitmen Menangkan PPP di Pemilu 2029. Mengubah Sampah Menjadi Nilai Ekonomi, PNM Dorong Pemberdayaan Nasabah Melalui Program Eco Life Meriah! Nobar Final Piala Dunia 2026 di DPD Golkar Lamongan Berhadiah Dua Ekor Kambing PNM Cabang Lamongan Bekali Calon Account Officer Lewat Orientation Basic Training

Opini

Hari Lahir Pancasila: Jangan Biarkan Hanya Menjadi Seremoni

badge-check


					Hari Lahir Pancasila: Jangan Biarkan Hanya Menjadi Seremoni Perbesar

INDONESIA, WartaNuswantara.com — Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Di berbagai daerah, upacara bendera digelar, pidato-pidato kebangsaan disampaikan, dan slogan tentang pentingnya Pancasila kembali digaungkan. Namun pertanyaan yang patut diajukan adalah, apakah peringatan tersebut benar-benar telah membawa kita pada pemahaman yang lebih dalam tentang makna Pancasila?

Hari Lahir Pancasila seharusnya tidak dimaknai sekadar sebagai agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum ini adalah saat yang tepat untuk merefleksikan kembali bagaimana para pendiri bangsa merumuskan dasar negara dengan semangat persatuan yang luar biasa. Mereka datang dari latar belakang yang berbeda-beda, baik suku, agama, budaya, maupun pandangan politik. Namun mereka mampu menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok dan golongan.

Para founding fathers menunjukkan keteladanan yang sangat langka. Mereka bersedia menahan ego, mengesampingkan identitas masing-masing, serta mencari titik temu demi melahirkan sebuah dasar negara yang mampu menaungi seluruh rakyat Indonesia. Dari proses itulah lahir Pancasila, sebuah konsensus kebangsaan yang hingga kini menjadi perekat bangsa yang majemuk.

Ironisnya, setelah puluhan tahun merdeka, semangat yang melahirkan Pancasila justru semakin sulit ditemukan. Pancasila sering kali hanya hadir dalam bentuk simbol. Lambangnya terpajang di dinding-dinding kantor, sila-silanya dihafalkan di bangku sekolah, dan namanya disebut dalam berbagai pidato resmi. Namun dalam praktik kehidupan sehari-hari, nilai-nilai Pancasila kerap terabaikan.

Persatuan sering dikalahkan oleh kepentingan politik sesaat. Musyawarah tergeser oleh sikap saling menyerang dan merasa paling benar. Keadilan sosial masih menjadi pekerjaan rumah besar ketika kesenjangan ekonomi dan sosial masih terlihat di berbagai daerah. Bahkan toleransi yang menjadi salah satu kekuatan bangsa sering kali diuji oleh sikap intoleran dan polarisasi di tengah masyarakat.

Jika kondisi ini terus berlangsung, maka Pancasila hanya akan menjadi slogan tanpa makna. Ia akan menjadi hafalan yang kehilangan ruhnya. Padahal Pancasila tidak diciptakan untuk diucapkan semata, melainkan untuk dijalankan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sudah saatnya Hari Lahir Pancasila dijadikan momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Pancasila harus menjadi jalan hidup bangsa Indonesia. Ia harus menjadi pedoman dalam mengambil keputusan, menjadi tatanan dalam kehidupan bermasyarakat, serta menjadi tujuan dalam membangun masa depan bangsa.

Bangsa yang besar bukanlah bangsa yang paling sering mengucapkan Pancasila, melainkan bangsa yang mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan nyata. Menghormati perbedaan, menjunjung keadilan, mengutamakan musyawarah, dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan merupakan bentuk penghormatan terbaik terhadap warisan para pendiri bangsa.

Hari Lahir Pancasila bukan sekadar mengenang sejarah. Ia adalah pengingat bahwa Indonesia berdiri karena adanya kesediaan untuk bersatu di atas segala perbedaan. Ketika para pendiri bangsa mampu menanggalkan ego demi Indonesia, maka sudah seharusnya generasi hari ini mampu melakukan hal yang sama demi menjaga keutuhan dan masa depan bangsa.

Sebab pada akhirnya, Pancasila bukan hanya dasar negara. Pancasila adalah jiwa Indonesia itu sendiri. (Red.)

Ditulis Oleh: Pimpinan Umum Wartanuswantara.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ironi MBG, Niatnya Sederhana Jalurnya Berbelit-belit

7 July 2026 - 03:45 WIB

MBG Libur, Siapa yang Kelaparan?

22 June 2026 - 09:31 WIB

Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa.

16 June 2026 - 14:32 WIB

Pertemuan Trump–Xi di Beijing dan Kebangkitan Diplomasi Korporat

18 May 2026 - 10:38 WIB

Pergi Haji: Ketika Panggilan Langit Menemukan Jalannya ke Hati Manusia

16 May 2026 - 14:53 WIB

Trending on Opini