Lamongan, WartaNuswantara.com– Di tengah padatnya tugas melayani pasien setiap hari, keluarga besar Poli Paru RSUD Dr. Soegiri Lamongan menyempatkan diri mempererat kebersamaan melalui kegiatan buka puasa bersama di bulan suci Ramadan. Kegiatan tersebut berlangsung hangat di Rumah Makan Kanjeng Mami Keuken, Sabtu (7/3), dan diikuti oleh tenaga medis serta staf yang sehari-hari bertugas di unit pelayanan paru.
Momentum ini bukan sekadar agenda berbuka puasa, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas di antara para tenaga kesehatan yang selama ini lebih sering berinteraksi dalam suasana kerja yang penuh tanggung jawab. Di luar ruang pelayanan rumah sakit, para anggota tim dapat berbagi cerita, pengalaman, dan membangun kedekatan yang lebih personal.

Acara dimulai menjelang waktu berbuka dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar kebersamaan dan kekompakan tim tetap terjaga. Setelah azan Maghrib berkumandang, seluruh peserta menikmati hidangan berbuka puasa bersama dalam suasana penuh keakraban.
Kepala Ruangan Poli Paru RSUD Dr. Soegiri Lamongan, Ach. Marzuki, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat hubungan kekeluargaan di lingkungan kerja, terutama di tengah ritme pelayanan kesehatan yang dinamis.
“Ramadan menjadi momen yang tepat untuk mempererat silaturahmi. Melalui kegiatan seperti ini kami berharap kekompakan tim semakin kuat, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan secara optimal,” ujarnya.
Menariknya, kegiatan ini juga diisi dengan tradisi sederhana namun penuh makna, yakni saling bertukar bingkisan Ramadan. Setiap peserta membawa bingkisan untuk kemudian ditukarkan dengan rekan lainnya sebagai simbol kepedulian dan kebersamaan.
Tradisi tersebut menambah suasana hangat dalam kegiatan yang berlangsung santai namun bermakna. Gelak tawa dan percakapan ringan antar peserta menjadi pemandangan yang jarang terlihat di tengah rutinitas pelayanan rumah sakit yang biasanya berlangsung cepat dan serius.
Kegiatan buka puasa bersama ini sekaligus menunjukkan sisi lain kehidupan para tenaga kesehatan. Di balik kesibukan melayani pasien dan tanggung jawab profesional, mereka juga membangun ikatan kekeluargaan yang kuat sebagai fondasi kerja tim.
Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus digelar pada masa mendatang sebagai bagian dari upaya menjaga keharmonisan dan solidaritas antar tenaga kesehatan. Dengan hubungan kerja yang semakin erat, semangat untuk memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan penuh empati kepada masyarakat diharapkan terus meningkat. (Red).














