LAMONGAN, WartaNuswantara.com – Tingginya antrean haji reguler yang mencapai puluhan tahun masih menjadi persoalan serius bagi masyarakat Indonesia. Banyak calon jamaah yang sudah memiliki niat dan kesiapan beribadah ke Tanah Suci, namun terkendala lamanya masa tunggu, keterbatasan biaya awal, hingga ketidakpastian keberangkatan.
Menjawab kebutuhan tersebut, Darfiq Group bekerja sama dengan Panin Dubai Syariah Bank menghadirkan program Haji Khusus resmi kuota Kementerian Agama dengan sistem pembiayaan yang lebih ringan dan proses yang dirancang memudahkan masyarakat untuk segera mendaftar.
Program yang dipasarkan sepanjang tahun 2026 ini menawarkan paket Haji Khusus dengan setoran awal mulai Rp75 juta dan estimasi keberangkatan 5 hingga 7 tahun. Bahkan, tersedia program percepatan keberangkatan 1 sampai 2 tahun sesuai kuota dan ketentuan yang berlaku.
Dalam materi promosi yang beredar, paket tersebut dibanderol mulai dari USD 10.800 dengan sejumlah fasilitas tambahan seperti kereta cepat Al Haramain hingga extra city tour Thaif. Program ini juga didukung maskapai internasional seperti Saudia Airlines, Emirates, dan Qatar Airways.
Manager Darfiq Group, H. M. Azhari Zuhri, mengatakan kerja sama ini menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam membantu masyarakat mewujudkan impian berhaji tanpa harus terbebani sistem pembayaran yang berat di awal.
“Darfiq Group mewujudkan impian haji bagi para jamaah lebih cepat dengan kepastian visa dan kuota resmi dari Kementerian Agama,” ujar H. M. Azhari Zuhri saat memberikan keterangan kepada media.
Menurutnya, salah satu persoalan yang sering dihadapi calon jamaah adalah ketakutan terhadap program yang tidak memiliki kepastian kuota maupun legalitas. Karena itu, pihaknya menegaskan bahwa program yang ditawarkan menggunakan kuota resmi Haji Khusus Kementerian Agama sehingga jamaah mendapatkan kepastian administrasi dan pendampingan perjalanan ibadah.
Sementara itu, Sales Marketing Panin Dubai Syariah, Syamsul Hadi, menjelaskan bahwa skema pembiayaan MiB Haji Khusus sengaja dirancang agar lebih fleksibel dan dapat dijangkau berbagai kalangan masyarakat.
“Kami ingin membantu masyarakat yang selama ini merasa biaya haji khusus terlalu berat. Dengan sistem pembiayaan syariah ini, jamaah bisa mempersiapkan keberangkatan secara lebih ringan, aman, dan tetap sesuai prinsip syariah,” terang Syamsul Hadi.
Ia menambahkan, tersedia pilihan tenor pembiayaan mulai 36 bulan, 60 bulan hingga 72 bulan dengan plafon hingga Rp140 juta. Angsuran juga disesuaikan dengan kemampuan jamaah sehingga proses perencanaan ibadah menjadi lebih nyaman.
Program kolaborasi ini mendapat perhatian masyarakat karena menawarkan solusi atas persoalan klasik antrean haji yang panjang. Selain memberikan kepastian kuota resmi, skema pembiayaan syariah dinilai menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin segera berangkat tanpa harus menunggu tabungan terkumpul dalam waktu lama.
Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap Haji Khusus, Darfiq Group optimistis program tersebut mampu menjadi jembatan bagi calon jamaah untuk meraih impian beribadah ke Tanah Suci secara lebih cepat, aman, dan terencana. (Red).















