Menu

Dark Mode
Razia Knalpot Brong di Babat, 21 Motor Ditilang Konfercab GMNI Lamongan Tekankan Kaderisasi dan Kepemimpinan Ratusan Lansia Meriahkan Peringatan HLUN di Lamongan KLASTERISASI OLAHAN HASIL LAUT MENJADI KERUPUK IKAN PT PNM MEKAAR Nihrul Bahi Al Haidar: Jangan Jadikan Sekolah Negeri Ladang Bisnis LKS Satresnarkoba Lamongan Ringkus Terduga Pengedar Sabu di Brondong

Berita Terkini

Petani Karanggeneng Didorong Mandiri Hadapi Hama Lewat Sekolah Lapang Berbasis Ekologi

badge-check


					Petani Karanggeneng Didorong Mandiri Hadapi Hama Lewat Sekolah Lapang Berbasis Ekologi Perbesar

LAMONGAN, WartaNuswantara.com – Upaya memperkuat kemandirian petani dalam menghadapi serangan hama kini semakin digencarkan melalui pendekatan berbasis ekologi. Hal ini terlihat dalam kegiatan Sosialisasi Sekolah Lapang Penerapan Pengelolaan Hama Terpadu (PPHT) yang digelar di Dusun Ngablak, Desa Prijekngablak, Kecamatan Karanggeneng, Rabu (08/04/2025).

Berbeda dari pendekatan konvensional yang bergantung pada pestisida kimia, kegiatan ini menitikberatkan pada peningkatan kapasitas petani dalam memahami ekosistem sawah secara menyeluruh. Para petani diajak untuk mengenali siklus hidup hama, musuh alami, hingga pola tanam yang lebih adaptif terhadap lingkungan.

Sekolah lapang ini menjadi ruang belajar terbuka bagi petani untuk bertukar pengalaman sekaligus mengasah kemampuan observasi langsung di lahan. Dengan metode partisipatif, petani tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga pelaku utama dalam pengendalian hama yang lebih bijak.

Kepala Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Lamongan, Mastur, menegaskan bahwa kunci keberhasilan pengendalian hama bukan terletak pada banyaknya pestisida yang digunakan, melainkan pada ketepatan analisis kondisi lahan.

“Petani harus mampu membaca tanda-tanda alam. Dengan pengamatan rutin, mereka bisa menentukan kapan perlu bertindak dan kapan cukup membiarkan keseimbangan alami bekerja,” ujarnya.

Kegiatan ini juga memperlihatkan semakin kuatnya kolaborasi antara petani, penyuluh, dan pemerintah desa dalam mendorong pertanian berkelanjutan. Kepala Desa Prijekngablak, Tarmuji, menyebut bahwa pendekatan ini tidak hanya berdampak pada hasil panen, tetapi juga pada kesehatan lingkungan jangka panjang.

Menariknya, antusiasme petani terlihat dari keaktifan mereka dalam diskusi dan praktik lapangan. Kelompok Tani Rame Gawe 1-5 yang hadir dalam kegiatan ini menyambut baik metode sekolah lapang karena dinilai lebih mudah dipahami dan langsung bisa diterapkan.

Di sisi lain, keterlibatan aparat kewilayahan seperti Babinsa turut memperkuat sinergi lintas sektor. Namun dalam konteks ini, peran tersebut lebih diposisikan sebagai pendamping sosial yang memastikan program berjalan efektif di tingkat akar rumput.

Dengan pendekatan ini, petani Karanggeneng diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjadi lebih mandiri dan adaptif dalam menghadapi tantangan pertanian modern tanpa merusak keseimbangan alam. (Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Razia Knalpot Brong di Babat, 21 Motor Ditilang

7 June 2026 - 12:36 WIB

Konfercab GMNI Lamongan Tekankan Kaderisasi dan Kepemimpinan

7 June 2026 - 12:26 WIB

Ratusan Lansia Meriahkan Peringatan HLUN di Lamongan

7 June 2026 - 12:14 WIB

KLASTERISASI OLAHAN HASIL LAUT MENJADI KERUPUK IKAN PT PNM MEKAAR

5 June 2026 - 10:28 WIB

Satresnarkoba Lamongan Ringkus Terduga Pengedar Sabu di Brondong

4 June 2026 - 23:27 WIB

Trending on Berita Terkini