Menu

Dark Mode
PNM CABANG LAMONGAN BEKALI PELAKU UMKM IBU-IBU MEKAAR DENGAN PENGETAHUAN LEGALITAS USAHA DAN BRANDING PRODUK USAHA Hari Koperasi ke-79 Jadi Ajang Promosi Produk UMKM Lamongan ke Kancah Globa WPP Pusat dan Jawa Timur Tegaskan Komitmen Menangkan PPP di Pemilu 2029. Mengubah Sampah Menjadi Nilai Ekonomi, PNM Dorong Pemberdayaan Nasabah Melalui Program Eco Life Meriah! Nobar Final Piala Dunia 2026 di DPD Golkar Lamongan Berhadiah Dua Ekor Kambing PNM Cabang Lamongan Bekali Calon Account Officer Lewat Orientation Basic Training

Berita Terkini

Petani Karanggeneng Didorong Mandiri Hadapi Hama Lewat Sekolah Lapang Berbasis Ekologi

badge-check


					Petani Karanggeneng Didorong Mandiri Hadapi Hama Lewat Sekolah Lapang Berbasis Ekologi Perbesar

LAMONGAN, WartaNuswantara.com – Upaya memperkuat kemandirian petani dalam menghadapi serangan hama kini semakin digencarkan melalui pendekatan berbasis ekologi. Hal ini terlihat dalam kegiatan Sosialisasi Sekolah Lapang Penerapan Pengelolaan Hama Terpadu (PPHT) yang digelar di Dusun Ngablak, Desa Prijekngablak, Kecamatan Karanggeneng, Rabu (08/04/2025).

Berbeda dari pendekatan konvensional yang bergantung pada pestisida kimia, kegiatan ini menitikberatkan pada peningkatan kapasitas petani dalam memahami ekosistem sawah secara menyeluruh. Para petani diajak untuk mengenali siklus hidup hama, musuh alami, hingga pola tanam yang lebih adaptif terhadap lingkungan.

Sekolah lapang ini menjadi ruang belajar terbuka bagi petani untuk bertukar pengalaman sekaligus mengasah kemampuan observasi langsung di lahan. Dengan metode partisipatif, petani tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga pelaku utama dalam pengendalian hama yang lebih bijak.

Kepala Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Lamongan, Mastur, menegaskan bahwa kunci keberhasilan pengendalian hama bukan terletak pada banyaknya pestisida yang digunakan, melainkan pada ketepatan analisis kondisi lahan.

“Petani harus mampu membaca tanda-tanda alam. Dengan pengamatan rutin, mereka bisa menentukan kapan perlu bertindak dan kapan cukup membiarkan keseimbangan alami bekerja,” ujarnya.

Kegiatan ini juga memperlihatkan semakin kuatnya kolaborasi antara petani, penyuluh, dan pemerintah desa dalam mendorong pertanian berkelanjutan. Kepala Desa Prijekngablak, Tarmuji, menyebut bahwa pendekatan ini tidak hanya berdampak pada hasil panen, tetapi juga pada kesehatan lingkungan jangka panjang.

Menariknya, antusiasme petani terlihat dari keaktifan mereka dalam diskusi dan praktik lapangan. Kelompok Tani Rame Gawe 1-5 yang hadir dalam kegiatan ini menyambut baik metode sekolah lapang karena dinilai lebih mudah dipahami dan langsung bisa diterapkan.

Di sisi lain, keterlibatan aparat kewilayahan seperti Babinsa turut memperkuat sinergi lintas sektor. Namun dalam konteks ini, peran tersebut lebih diposisikan sebagai pendamping sosial yang memastikan program berjalan efektif di tingkat akar rumput.

Dengan pendekatan ini, petani Karanggeneng diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjadi lebih mandiri dan adaptif dalam menghadapi tantangan pertanian modern tanpa merusak keseimbangan alam. (Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

PNM CABANG LAMONGAN BEKALI PELAKU UMKM IBU-IBU MEKAAR DENGAN PENGETAHUAN LEGALITAS USAHA DAN BRANDING PRODUK USAHA

27 July 2026 - 04:05 WIB

Mengubah Sampah Menjadi Nilai Ekonomi, PNM Dorong Pemberdayaan Nasabah Melalui Program Eco Life

20 July 2026 - 12:13 WIB

PNM Cabang Lamongan Bekali Calon Account Officer Lewat Orientation Basic Training

16 July 2026 - 11:52 WIB

Ironi MBG, Niatnya Sederhana Jalurnya Berbelit-belit

7 July 2026 - 03:45 WIB

Ketua JMSI Jawa Timur: HUT Media Harus Berdampak bagi Masyarakat

4 July 2026 - 05:22 WIB

Trending on Berita Terkini