Menu

Dark Mode
Sinergi Pusat-Daerah Disorot dalam Survei Kampung Nelayan Merah Putih di Lamongan Pemerintah Buka Rekrutmen Nasional untuk Perkuat Koperasi Desa dan Kampung Nelayan Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam di Kali Pasinan Lamongan, Polisi Imbau Pengawasan Anak Ditingkatkan Dialog di Atas KRI Dewa Ruci: Mendorong Bela Negara di Tengah Tantangan Kedaulatan Laut Siap Menghadapi kemarau, lamongan dapat kado bantuan sarana irigasi dari kementan Melimpahnya Pupuk Perikanan Lamongan, 52 ribu Ton siap diserap Petambak.

Berita Terkini

Warga Desa Rengel Sukses Mengubah Sampah Rumah Tangga Menjadi Produk Bernilai Jual dan Sumber Pendapatan Desa

badge-check


					Desa Rengel Tuban Sukses Olah Sampah Jadi Sumber Penghasilan dan Pupuk Pertanian Perbesar

Desa Rengel Tuban Sukses Olah Sampah Jadi Sumber Penghasilan dan Pupuk Pertanian

Tuban, Wartanuswantara.com – Di tengah meningkatnya tumpukan sampah rumah tangga di pedesaan, warga Desa Rengel di Kabupaten Tuban membuktikan bahwa sampah tidak selalu berarti kotoran yang harus dibuang. Dengan kesadaran bersama, mereka mampu mengubah limbah rumah tangga menjadi produk bernilai jual dan bermanfaat bagi pertanian.

Gerakan Warga Mengubah Sampah Menjadi Manfaat

Warga Desa Rengel memulai perubahan ini dengan membentuk delapan bank sampah di delapan Rukun Warga. Melalui langkah tersebut, masyarakat mulai terbiasa memilah sampah sejak dari rumah. Kepala Desa Rengel, Mundir, menjelaskan bahwa program ini lahir dari keprihatinan terhadap banyaknya sampah yang dibuang sembarangan. Karena itu, mereka ingin menunjukkan bahwa sampah dapat ditabung, diolah, dan memberikan manfaat nyata.

Selain itu, jumlah sampah yang terkumpul cukup besar. Setiap bulan, masyarakat berhasil mengumpulkan sekitar enam ton sampah plastik dan tiga ton sampah kertas. Dari total tersebut, hampir 30 persen sampah organik diolah menjadi produk pertanian. Hasilnya antara lain seratus kilogram maggot, empat ribu kilogram pupuk kompos, seratus dua puluh liter pupuk organik cair, seratus dua puluh liter cairan dekomposer, dan sekitar lima puluh kilogram pupuk guano setiap bulan.

Produk tersebut tidak hanya digunakan petani setempat, tetapi juga dijual ke desa sekitar. Berdasarkan catatan Desa Rengel, pengelolaan sampah ini menghasilkan omzet sekitar 143 juta rupiah per tahun. Setelah dikurangi biaya operasional sekitar 93 juta rupiah, desa masih memperoleh tambahan Pendapatan Asli Desa (PADes) sekitar 49 juta rupiah.

Dampak Sosial dan Ekonomi yang Mulai Terlihat

Selain memberikan keuntungan ekonomi, kegiatan ini membawa perubahan sosial yang signifikan. Banyak ibu rumah tangga kini lebih aktif memilah sampah. Jika dulu sampah langsung dibuang, kini botol plastik, kertas, dan sisa makanan dipisahkan karena bisa menjadi tabungan atau bahan pembuatan pupuk. Melalui pelatihan yang dilakukan bersama PKK, para ibu belajar membuat kompos dan pakan maggot dengan cara sederhana.

Tidak hanya itu, mahasiswa KKN dan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) turut memberikan pendampingan, mulai dari pembuatan label produk hingga pencatatan keuangan. Perwakilan EMCL, Joni Wicaksono, menyebut program ini sebagai contoh ekonomi sirkular di tingkat desa. Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Kini, perubahan mulai terasa. Sampah yang dulunya menumpuk di sungai dan lahan kosong berkurang drastis. Udara menjadi lebih bersih, sementara lahan pertanian semakin subur berkat penggunaan pupuk kompos dari limbah organik. Para petani bahkan melaporkan peningkatan hasil panen setelah memakai pupuk olahan sendiri.

Melalui gerakan ini, warga Desa Rengel membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal kecil di sekitar rumah. Dengan gotong royong dan kepedulian lingkungan, mereka berhasil menjaga kebersihan desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sampah yang dulu dianggap tidak berguna, justru menjadi harapan baru bagi masa depan pertanian dan ekonomi desa. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sinergi Pusat-Daerah Disorot dalam Survei Kampung Nelayan Merah Putih di Lamongan

16 April 2026 - 09:32 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen Nasional untuk Perkuat Koperasi Desa dan Kampung Nelayan

16 April 2026 - 07:43 WIB

Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam di Kali Pasinan Lamongan, Polisi Imbau Pengawasan Anak Ditingkatkan

15 April 2026 - 17:13 WIB

Melimpahnya Pupuk Perikanan Lamongan, 52 ribu Ton siap diserap Petambak.

13 April 2026 - 23:24 WIB

Edukasi Lingkungan dan Penanganan Sampah Liar di Kedungpring Soroti Perubahan Perilaku Warga

11 April 2026 - 21:29 WIB

Trending on Berita Terkini