Menu

Dark Mode
Perempuan Ditemukan Tergeletak di Jalan, Identitas Terungkap Pasca-Terima SK, Kesatuan Buruh Marhaenis Lamongan Siap Jadi Jembatan Aspirasi dan Tolak Regulasi Merugikan Buruh Debu Dolomit Kepung Permukiman, DLH Lamongan Turun Tangan Sengketa data Pertanahan Plosowahyu, Pemdes Tegaskan Pentingnya Kejelasan Status Pemohon Dinkes Lamongan Dua Kali Evaluasi SPPG Kembangbahu Dugaan Ulat di Menu MBG Kembangbahu, SPPG Lopang 2 Disorot

Bela Negara

Hardiknas 2026: Pendidikan Didorong Jadi Instrumen Penguatan Kesadaran Kebangsaan

badge-check


					Hardiknas 2026: Pendidikan Didorong Jadi Instrumen Penguatan Kesadaran Kebangsaan Perbesar

Lamongan, WartaNuswantara.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026 tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum evaluasi atas arah pembangunan manusia di Indonesia. Tanggal yang identik dengan kelahiran Ki Hajar Dewantara ini kembali mengingatkan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama pembentukan karakter dan identitas bangsa.

Dalam perkembangan saat ini, peran pendidikan dinilai semakin luas. Tidak lagi terbatas pada transfer ilmu pengetahuan, pendidikan juga diposisikan sebagai instrumen strategis dalam memperkuat kesadaran kebangsaan, termasuk nilai-nilai bela negara. Di tengah arus globalisasi dan percepatan teknologi, tantangan terhadap ideologi dan persatuan nasional dinilai semakin kompleks.

Kepala Bakorda FKBN Kabupaten Lamongan, M. Ferry Fadli, dalam pandangannya menegaskan bahwa bela negara tidak dapat dimaknai secara sempit sebagai domain militer semata. Menurutnya, dunia pendidikan memiliki peran sentral dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan mental, integritas, serta komitmen terhadap nilai kebangsaan.

“Sekolah dan lembaga pendidikan merupakan ruang paling efektif untuk menanamkan semangat nasionalisme secara berkelanjutan, baik melalui kurikulum maupun aktivitas non-akademik,” ujarnya.

Ia menambahkan, internalisasi nilai bela negara dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari pembelajaran di kelas, kegiatan ekstrakurikuler, hingga pembentukan budaya sekolah yang menjunjung tinggi disiplin, toleransi, dan persatuan.

Namun demikian, refleksi Hardiknas tahun ini juga menyoroti sejumlah pekerjaan rumah di sektor pendidikan. Kesenjangan akses antarwilayah, kualitas tenaga pendidik, hingga relevansi kurikulum dengan kebutuhan zaman masih menjadi tantangan yang perlu segera diatasi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat lahirnya sumber daya manusia yang kompetitif sekaligus berkarakter kuat.

Penguatan sistem pendidikan, lanjut Ferry, membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat diharapkan dapat bersinergi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif sekaligus berakar pada nilai-nilai kebangsaan.

Hardiknas 2026 pada akhirnya menjadi pengingat bahwa pembangunan nasional tidak cukup bertumpu pada infrastruktur fisik. Investasi pada pembangunan manusia melalui pendidikan yang berkualitas dan berkarakter dinilai menjadi kunci dalam menjaga kedaulatan, keutuhan, serta masa depan Indonesia. (Red).

 

Tulisan oleh M Ferry Fadli Kepala FKBN Bakorda Lamongan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sistem Yang MENGHILANGKAN Jiwa Kemanusiaan

8 August 2026 - 04:19 WIB

Ironi MBG, Niatnya Sederhana Jalurnya Berbelit-belit

7 July 2026 - 03:45 WIB

MBG Libur, Siapa yang Kelaparan?

22 June 2026 - 09:31 WIB

Briptu Rizqy Raih Prestasi, Sabet Emas Judo Piala Kapolda Jatim 2026

20 June 2026 - 01:50 WIB

Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa.

16 June 2026 - 14:32 WIB

Trending on Internasional