Lamongan, WartaNuswantara.com – Seorang anak berinisial MZ (8), warga Kelurahan Brondong, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Kali Pasinan pada Selasa (14/4) sore. Peristiwa ini terjadi di tengah kondisi hujan deras yang menyebabkan debit air sungai meningkat dan arus menjadi deras.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 17.00 WIB saat korban bermain di depan rumahnya. Hujan dengan intensitas tinggi membuat aliran Kali Pasinan meluap. Diduga kurang berhati-hati, korban terpeleset dan jatuh ke dalam sungai.

Ibu korban, EP (29), yang mengetahui kejadian tersebut, sempat berupaya menyelamatkan anaknya dengan menceburkan diri ke sungai. Namun derasnya arus membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil, hingga korban terseret arus ke arah utara menuju muara.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian segera memberikan pertolongan dan melaporkan insiden tersebut. Sekitar pukul 17.30 WIB, tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Lamongan, personel Polsek Brondong, serta instansi terkait bersama masyarakat melakukan pencarian di sepanjang aliran Kali Pasinan.

Evakuasi jenazah korban setelah ditemukan sejauh 200 meter dadi tituk jatunya
Setelah pencarian intensif selama beberapa jam, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 20.30 WIB, berjarak kurang lebih 200 meter dari lokasi awal kejadian. Saat ditemukan, korban dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah duka.
Kasi Humas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, membenarkan peristiwa tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian bersama tim gabungan telah melakukan respons cepat dalam proses pencarian.
“Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Personel gabungan bergerak cepat hingga korban berhasil ditemukan,” ujarnya.
Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat kondisi cuaca ekstrem. Hujan deras dapat menyebabkan kenaikan debit air secara tiba-tiba dan meningkatkan risiko kecelakaan di sekitar aliran sungai maupun genangan air.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama, terutama di wilayah yang dekat dengan aliran sungai, guna mencegah kejadian serupa terulang. (Red).














