Lamongan, WartaNuswantara.com- Sore itu, angin pelan berhembus di Lapangan Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Minggu (15/3/2026). Anak-anak dengan seragam latihan sepak bola tampak berlarian kecil sambil membawa kantong berisi takjil. Wajah mereka ceria, sesekali terdengar tawa ketika menyapa warga yang melintas.
Bukan sedang latihan biasa, keluarga besar SSB Narayana FC tengah menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkai dengan aksi berbagi kepada masyarakat sekitar. Kegiatan sederhana ini justru menghadirkan suasana hangat dan penuh makna bagi para pemain, pelatih, pengurus, hingga para orang tua yang ikut hadir.

Beberapa pemain yang masih belia tampak antusias saat membagikan takjil kepada pengendara yang melintas di sekitar lapangan. Ada yang masih terlihat malu-malu, namun senyum mereka tidak pernah lepas saat mengucapkan terima kasih kepada warga yang menerima takjil.
Bagi mereka, momen ini menjadi pengalaman berbeda. Jika biasanya mereka berkumpul untuk berlatih menggiring bola atau menendang ke gawang, kali ini mereka belajar tentang arti berbagi dan kepedulian kepada sesama di bulan suci Ramadan.
Setelah kegiatan berbagi selesai, suasana lapangan berubah menjadi lebih meriah. Para pemain, pelatih, dan pengurus larut dalam pertandingan fun game sepak bola. Tidak ada strategi rumit atau target kemenangan, yang ada hanyalah tawa dan canda di setiap sudut lapangan.
Sesekali terdengar sorakan kecil dari para orang tua yang menyaksikan anak-anak mereka bermain dengan penuh semangat. Momen itu menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang kebersamaan yang tumbuh di antara mereka.
Ketua SSB Narayana FC, Nurhadi, mengatakan kegiatan ini sengaja digelar untuk mempererat hubungan antar keluarga besar SSB.
“Buka puasa bersama ini bukan sekadar makan bersama. Ini adalah momen untuk memperkuat persaudaraan antara pemain, pelatih, pengurus, dan orang tua pemain,” ujarnya.
Menurutnya, kebersamaan seperti ini penting untuk membangun karakter para pemain sejak dini. Di dalam sepak bola, anak-anak tidak hanya diajarkan teknik bermain, tetapi juga nilai kebersamaan, kedisiplinan, dan rasa saling menghargai.
Menjelang waktu berbuka puasa, seluruh peserta kemudian berkumpul membentuk lingkaran sederhana di pinggir lapangan. Mereka menundukkan kepala dalam doa bersama, memohon kesehatan, kekompakan, serta harapan agar SSB Narayana FC terus berkembang dan melahirkan pemain-pemain berbakat di masa depan.
Ketika azan Magrib berkumandang, suasana lapangan menjadi hening sejenak. Para pemain yang sejak sore berlarian kini duduk bersama menikmati hidangan berbuka puasa.
Tidak ada meja mewah atau dekorasi khusus. Hanya tikar sederhana di pinggir lapangan yang selama ini menjadi saksi latihan mereka. Namun dari tempat sederhana itulah, rasa kebersamaan tumbuh begitu kuat.
Bagi keluarga besar SSB Narayana FC, Ramadan tahun ini bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang merawat persaudaraan dan menanamkan nilai kebaikan kepada generasi muda.
Dari lapangan kecil di Lopang, anak-anak itu bukan hanya belajar menendang bola mereka juga sedang belajar menjadi manusia yang peduli dan saling menguatkan. ⚽✨(Red).














