Menu

Dark Mode
PNM CABANG LAMONGAN BEKALI PELAKU UMKM IBU-IBU MEKAAR DENGAN PENGETAHUAN LEGALITAS USAHA DAN BRANDING PRODUK USAHA Hari Koperasi ke-79 Jadi Ajang Promosi Produk UMKM Lamongan ke Kancah Globa WPP Pusat dan Jawa Timur Tegaskan Komitmen Menangkan PPP di Pemilu 2029. Mengubah Sampah Menjadi Nilai Ekonomi, PNM Dorong Pemberdayaan Nasabah Melalui Program Eco Life Meriah! Nobar Final Piala Dunia 2026 di DPD Golkar Lamongan Berhadiah Dua Ekor Kambing PNM Cabang Lamongan Bekali Calon Account Officer Lewat Orientation Basic Training

Berita Terkini

Tiga Tahun Buronan, Pelaku Pencabulan Anak di Sugio Dibekuk Polisi

badge-check


					Tiga Tahun Buronan, Pelaku Pencabulan Anak di Sugio Dibekuk Polisi Perbesar

Lamongan, WartaNuswantara.com – Unit PPA Satreskrim Polres Lamongan berhasil mengungkap kasus tindak pidana persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap anak yang terjadi di wilayah Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan.

Dalam kasus tersebut, petugas berhasil menangkap pelaku berinisial HG (32), warga Kecamatan Sugio, yang sebelumnya sempat melarikan diri ke Balikpapan, Kalimantan Timur selama kurang lebih 3 tahun.

Kasus bermula dari laporan seorang perempuan berinisial S (51), warga Kecamatan Sugio, terkait anaknya sebut saja Mawar (saat kejadian berumur 16 tahun), seorang pelajar asal Kecamatan Sugio yang menjadi korban persetubuhan dan perbuatan cabul oleh pelaku.

Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Rizky Akbar Kurniadi, S.I.K., M.Si melalui Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd membenarkan adanya penangkapan tersebut dan menjelaskan bahwa pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan saat pulang ke rumah orang tuanya di Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan.

“Berdasarkan kronologi kejadian, pada Sabtu 22 April 2023 sekitar pukul 07.00 WIB, seorang saksi memberitahukan kepada pelapor bahwa korban dalam keadaan hamil kemudian pelapor menanyakan kepada korban mengenai siapa yang telah menghamilinya.” jelasnya.

Korban akhirnya mengaku bahwa pelaku HG telah melakukan persetubuhan terhadap dirinya sebanyak dua kali di rumah pelaku di Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan dan korban mendapat ancaman dari pelaku agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapa pun.

Pelaku mengancam akan menyebarkan rekaman video persetubuhan antara dirinya dan korban apabila korban berani bercerita kepada orang lain.

Keluarga korban melaporkan perkara itu ke Polres Lamongan, Unit PPA Satreskrim Polres Lamongan yang dipimpin IPDA Wahyudi Eko Afandi SH MH menindak lanjuti dan melakukan serangkaian penyelidikan.

Petugas kemudian memperoleh informasi bahwa pelaku berada di rumahnya di Kecamatan Sugio, setelah sebelumnya melarikan diri ke Balikpapan, Kalimantan Timur.

Unit PPA Satreskrim Polres Lamongan langsung bergerak dan berhasil menangkap pelaku untuk dibawa ke Polres Lamongan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui seluruh perbuatannya, yakni telah melakukan persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap korban secara berkali-kali hingga korban hamil dan melahirkan.” lanjutnya.

Diketahui, pelaku merupakan tetangga korban dan sebelumnya pernah menjalin hubungan asmara dengan korban.

Aksi persetubuhan dan perbuatan cabul tersebut dilakukan berulang kali sejak Agustus 2022 hingga Maret 2023 di rumah pelaku maupun di belakang rumah korban.

“Polisi juga mengungkap bahwa pelaku telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 28 Desember 2023, setelah lama melarikan diri ke Balikpapan akhirnya kembali ke rumahnya dua hari sebelum berhasil ditangkap petugas. ” tambahnya.

Saat dilakukan pemeriksaan, pelaku mengakui seluruh perbuatannya dan menyatakan siap mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 473 ayat (2) huruf b dan Pasal 415 huruf b KUHP tentang persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap anak.

Kasihumas Polres Lamongan mengimbau kepada masyarakat agar segera melaporkan apabila mengetahui adanya tindak pidana kekerasan maupun kejahatan terhadap anak.

Peran keluarga dan lingkungan sekitar sangat penting dalam mencegah serta mengungkap kasus kekerasan terhadap anak sejak dini.

IPDA Hamzaid juga menegaskan bahwa segala bentuk kejahatan tidak ada yang sempurna, “Selama apa pun pelarian seorang pelaku, tidak akan menyurutkan semangat petugas kepolisian untuk terus melakukan pencarian, pengejaran, dan penangkapan demi memberikan rasa keadilan kepada korban serta menjaga keamanan masyarakat.” tutupnya. (Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

PNM CABANG LAMONGAN BEKALI PELAKU UMKM IBU-IBU MEKAAR DENGAN PENGETAHUAN LEGALITAS USAHA DAN BRANDING PRODUK USAHA

27 July 2026 - 04:05 WIB

Mengubah Sampah Menjadi Nilai Ekonomi, PNM Dorong Pemberdayaan Nasabah Melalui Program Eco Life

20 July 2026 - 12:13 WIB

PNM Cabang Lamongan Bekali Calon Account Officer Lewat Orientation Basic Training

16 July 2026 - 11:52 WIB

Ketua JMSI Jawa Timur: HUT Media Harus Berdampak bagi Masyarakat

4 July 2026 - 05:22 WIB

Lagi, Gagal Salip Truk Pemotor 19 Tahun Tewas

3 July 2026 - 15:13 WIB

Trending on Berita Terkini