JAKARTA, WartaNuswantara.com — Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia (PERPUKADESI) menegaskan pentingnya menjaga konsistensi arah pembangunan nasional agar tetap sejalan dengan tujuan bernegara. Sikap tersebut disampaikan dalam pernyataan kebangsaan yang dideklarasikan di Jakarta, sebagai bentuk kontribusi moral para mantan kepala daerah terhadap perjalanan pembangunan Indonesia.
Ketua Umum PERPUKADESI, Bibit Waluyo, menekankan bahwa dinamika yang muncul dalam sistem demokrasi merupakan hal wajar. Namun, ia mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak mengaburkan tujuan utama pembangunan nasional yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat dan kedaulatan negara.
“Perbedaan adalah bagian dari demokrasi, tetapi arah pembangunan tidak boleh menyimpang dari cita-cita besar bangsa,” ujar Bibit dalam pernyataannya.
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Dewan Pembina PERPUKADESI Sutiyoso serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Kehadiran keduanya dinilai memperkuat pesan pentingnya sinergi antara pengalaman kepemimpinan daerah dengan kebijakan pemerintah pusat dalam menghadapi tantangan pembangunan.
Dalam pandangan organisasi tersebut, era reformasi telah membuka ruang luas bagi praktik demokrasi dan otonomi daerah. Hal ini mendorong lahirnya berbagai inovasi kepemimpinan di tingkat lokal, meskipun masih terdapat sejumlah tantangan dalam implementasinya.
PERPUKADESI memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dengan menawarkan perspektif berbasis pengalaman lapangan. Organisasi ini berkomitmen memberikan masukan konstruktif terhadap kebijakan publik, sekaligus berperan sebagai pusat pemikiran untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, PERPUKADESI juga menyoroti pentingnya regenerasi kepemimpinan hingga ke tingkat daerah dan desa sebagai bagian dari persiapan menuju visi Indonesia Emas 2045. Upaya tersebut dinilai krusial untuk menjaga kesinambungan pembangunan yang inklusif dan berorientasi jangka panjang.
Bibit menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tetap menjaga independensi dengan tidak terlibat dalam politik praktis. “Kami hadir sebagai kekuatan moral yang menjaga arah pembangunan, bukan bagian dari kepentingan politik,” tegasnya.
PERPUKADESI juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen bangsa yang memiliki visi serupa dalam menjaga kedaulatan dan mendorong kemajuan nasional. Pernyataan sikap ini ditutup dengan komitmen berkelanjutan yang dirangkum dalam semboyan, “Pengabdian Tanpa Akhir, Perjuangan Tanpa Henti.”
Dokumen tersebut menjadi penegasan tekad kolektif para purnabakti kepala daerah untuk terus mengawal arah pembangunan nasional di tengah perubahan zaman. (Red).
















