Lamongan, WartaNuswantara.com – Upaya penguatan sektor perikanan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir kembali didorong melalui survei program Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini melibatkan unsur pemerintah pusat, daerah, serta aparat TNI-Polri.
Survei dilakukan oleh tim dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap bersama pemerintah daerah setempat, dengan pendampingan dari Danramil 0812/19 Laren Kapten Inf Yoto dan Kapolsek Laren AKP Witono. Hadir pula Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan Yuli Wahyuono, Camat Laren Sukur, serta Kepala Desa Tejoasri Bahtiar beserta perangkat desa.

Kegiatan diawali dengan koordinasi di balai desa yang membahas sejumlah aspek teknis, mulai dari validasi administrasi lahan, sosialisasi kelembagaan Perairan Umum Daratan (PUD), hingga rencana pengembangan fasilitas bagi nelayan. Tim kemudian meninjau langsung calon lokasi pembangunan balai pertemuan PUD yang direncanakan menjadi pusat aktivitas nelayan.
Perwakilan Ditjen Perikanan Tangkap, Zein Mustofa, menyampaikan bahwa survei ini merupakan tahap awal untuk memetakan kesiapan wilayah, baik dari sisi infrastruktur maupun kelembagaan masyarakat. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar pertimbangan teknis sebelum program direalisasikan.
“Peninjauan ini penting untuk memastikan kesiapan lokasi dan dukungan masyarakat. Program ini tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga penguatan kelembagaan nelayan,” ujarnya.
Di sisi lain, Danramil 0812/19 Laren Kapten Inf Yoto menegaskan dukungan TNI dalam mengawal program pemerintah yang menyasar langsung kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan warga.
“Kami siap mendukung penuh agar program ini berjalan optimal dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, pemerintah daerah menyambut positif rencana pengembangan tersebut, namun menekankan pentingnya kesinambungan program, termasuk pendampingan pascapembangunan dan kepastian akses pasar bagi hasil perikanan warga.
Sejumlah warga nelayan yang hadir dalam sosialisasi juga berharap program ini tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, tetapi benar-benar terealisasi dan mampu menjawab kebutuhan mereka, terutama terkait fasilitas penunjang dan stabilitas harga hasil tangkapan.
Hingga saat ini, hasil survei masih dalam tahap evaluasi oleh Ditjen Perikanan Tangkap. Pemerintah pusat akan menentukan kelayakan dan skema pelaksanaan program berdasarkan temuan di lapangan serta kesiapan daerah.(Red).














