Lamongan, WartaNuswantara.com– Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pendekatan berkelanjutan terus digencarkan. Sekretaris Forum Kader Bela Negara (FKBN) Bakorwil Jawa Timur, Drs. Firmansyah Tanjung, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lamongan guna mendorong percepatan pengembangan pertanian organik di wilayah Jawa Timur.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda strategis FKBN dalam memperkuat koordinasi antar-kader sekaligus memperluas kontribusi nyata organisasi dalam sektor riil. Kegiatan berlangsung di Kantor Bela Negara FKBN Lamongan, dan dihadiri jajaran FKBN tingkat daerah.

Dalam pertemuan yang berlangsung dinamis namun tetap produktif, dibahas berbagai strategi implementatif untuk memperluas sistem pertanian organik, termasuk penguatan peran petani milenial, pengembangan komunitas berbasis desa, serta kolaborasi lintas sektor dengan pemangku kepentingan daerah.
Firmansyah menegaskan bahwa pertanian organik memiliki nilai strategis tidak hanya dari sisi produksi pangan, tetapi juga dalam mendukung kesehatan masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Pertanian organik merupakan langkah konkret dalam membangun kemandirian pangan. Ini juga menjadi bagian dari implementasi nilai bela negara melalui sektor pertanian yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, dan pelaku usaha pertanian untuk menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Sementara itu, Kepala FKBN Kabupaten Lamongan, M. Ferry Fadli, menyambut positif kunjungan tersebut. Ia menyebut arahan yang diberikan menjadi dorongan baru bagi penguatan program berbasis kader bela negara di tingkat lokal.
“Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempercepat langkah kami dalam mengembangkan pertanian organik di Lamongan. Kami siap berkolaborasi dengan petani, khususnya generasi muda, serta berbagai stakeholder untuk mewujudkan sistem pertanian yang mandiri dan berkelanjutan,” kata Ferry.
Menurutnya, konsep bela negara saat ini tidak lagi terbatas pada aspek pertahanan konvensional, tetapi juga mencakup kontribusi nyata dalam sektor strategis seperti pangan.
FKBN Lamongan, lanjut Ferry, menargetkan pengembangan model pertanian organik berbasis kader sebagai pilot project yang dapat direplikasi di wilayah lain di Jawa Timur.
Dengan potensi sumber daya alam dan dukungan komunitas yang kuat, Lamongan dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengembangan pertanian organik nasional berbasis gerakan masyarakat.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berorientasi pada ketahanan pangan jangka panjang. (Red).














