Menu

Dark Mode
KLASTERISASI OLAHAN HASIL LAUT MENJADI KERUPUK IKAN PT PNM MEKAAR Nihrul Bahi Al Haidar: Jangan Jadikan Sekolah Negeri Ladang Bisnis LKS Satresnarkoba Lamongan Ringkus Terduga Pengedar Sabu di Brondong 27 Tahun Berkarya, PT PNM Lamongan Menguatkan Peran, Menebar manfaat Bagi Masyarakat Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Dimulai, Kemenhaj Ingatkan Larangan Membawa Zamzam dalam Koper Pembelian LKS di SD Negeri Jadi Sorotan, Dewan Pendidikan Lamongan Minta Diperketat

Berita Terkini

Tuban Jadi Episentrum Penurunan Tanah Pantura, Proyek Tanggul Laut Raksasa Kian Mendesak

badge-check


					Tuban Jadi Episentrum Penurunan Tanah Pantura, Proyek Tanggul Laut Raksasa Kian Mendesak Perbesar

 

JAKARTA — Fenomena penurunan muka tanah di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa kian mengkhawatirkan. Data terbaru pemerintah menunjukkan Kabupaten Tuban mencatat laju penurunan paling ekstrem dibandingkan daerah pesisir lainnya, memperkuat urgensi percepatan pembangunan tanggul laut raksasa atau “giant sea wall”.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mengungkapkan bahwa dalam kurun dua hingga lima tahun terakhir, permukaan tanah di Tuban telah turun hingga 130–150 sentimeter. Angka ini menempatkan Tuban sebagai wilayah dengan tekanan geologis paling berat di sepanjang Pantura.

“Penurunan permukaan tanah terjadi di banyak wilayah, dengan kisaran 1 hingga 20 sentimeter per tahun. Namun beberapa daerah menunjukkan kondisi yang jauh lebih parah,” ujar AHY dalam forum Kick-Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Jika dibandingkan, wilayah lain seperti Demak mengalami penurunan 30–200 sentimeter dalam rentang waktu lebih panjang, yakni satu hingga 20 tahun, sementara Semarang tercatat turun hingga 83 sentimeter dalam periode serupa. Di sisi barat Pantura, wilayah seperti Tangerang, Bekasi, dan Indramayu juga menunjukkan tren serupa, meski dengan skala yang lebih bervariasi.

Tekanan terhadap kawasan pesisir tidak hanya datang dari daratan. Pemerintah mencatat kenaikan permukaan air laut akibat pemanasan global berkisar 0,8 hingga 1,2 sentimeter per tahun. Kombinasi dua faktor ini disebut sebagai “tekanan ganda” yang mempercepat risiko banjir rob dan degradasi kawasan pesisir.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi nasional. Kawasan Pantura diketahui menyumbang sekitar 27 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan dihuni lebih dari 55 juta jiwa, dengan seperempatnya tinggal di wilayah pesisir.

Dalam konteks ini, rencana pembangunan tanggul laut raksasa sepanjang 575 kilometer menjadi semakin relevan. Proyek yang akan melibatkan puluhan kementerian dan lembaga ini dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk melindungi kawasan pesisir dari ancaman banjir rob dan abrasi, sekaligus menahan dampak penurunan tanah.

AHY menegaskan, tanpa intervensi serius, proyeksi genangan air laut pada 2050 dapat meluas dan mengancam permukiman warga hingga kawasan industri di sepanjang Pantura. Oleh karena itu, pembangunan *giant sea wall* tidak lagi dipandang sebagai opsi, melainkan kebutuhan strategis nasional.

“Ini bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat dan keberlanjutan ekonomi,” tegasnya.

Dengan kondisi Tuban yang kini menjadi indikator krisis paling nyata, pemerintah dihadapkan pada tantangan mempercepat implementasi proyek sekaligus memastikan langkah mitigasi berjalan beriringan di tingkat daerah. (Red).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

KLASTERISASI OLAHAN HASIL LAUT MENJADI KERUPUK IKAN PT PNM MEKAAR

5 June 2026 - 10:28 WIB

Satresnarkoba Lamongan Ringkus Terduga Pengedar Sabu di Brondong

4 June 2026 - 23:27 WIB

27 Tahun Berkarya, PT PNM Lamongan Menguatkan Peran, Menebar manfaat Bagi Masyarakat

4 June 2026 - 04:17 WIB

Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Dimulai, Kemenhaj Ingatkan Larangan Membawa Zamzam dalam Koper

3 June 2026 - 23:10 WIB

Pembelian LKS di SD Negeri Jadi Sorotan, Dewan Pendidikan Lamongan Minta Diperketat

3 June 2026 - 22:42 WIB

Trending on Berita Terkini