Menu

Dark Mode
Perempuan Ditemukan Tergeletak di Jalan, Identitas Terungkap Pasca-Terima SK, Kesatuan Buruh Marhaenis Lamongan Siap Jadi Jembatan Aspirasi dan Tolak Regulasi Merugikan Buruh Debu Dolomit Kepung Permukiman, DLH Lamongan Turun Tangan Sengketa data Pertanahan Plosowahyu, Pemdes Tegaskan Pentingnya Kejelasan Status Pemohon Dinkes Lamongan Dua Kali Evaluasi SPPG Kembangbahu Dugaan Ulat di Menu MBG Kembangbahu, SPPG Lopang 2 Disorot

Berita Terkini

PMII UNISLA dan KODIM Lamongan bersama menyalurkan bantuan korban banjir bengawan jero

badge-check


					PMII UNISLA dan KODIM Lamongan bersama menyalurkan bantuan korban banjir bengawan jero Perbesar

Lamongan, WartaNuswantara.com – Penyaluran bantuan sembako bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Deket oleh Kodim 0812/Lamongan bersama PC PMII Unisla tak hanya dimaknai sebagai aksi kemanusiaan semata. Di balik kegiatan tersebut, tersirat upaya membangun ketahanan sosial masyarakat dalam menghadapi siklus bencana yang kian berulang.

Banjir akibat luapan Bengawan Njero yang merendam Dusun Pujut, Desa Sidomulyo, kembali mengingatkan bahwa wilayah tersebut berada dalam kerentanan hidrologis yang membutuhkan pendekatan lebih dari sekadar respons darurat. Kolaborasi antara TNI dan mahasiswa dalam kegiatan ini pun dipandang sebagai embrio penguatan resiliensi berbasis komunitas.

Dandim 0812/Lamongan melalui Danramil Deket, Kapten Inf Sukri, menegaskan pentingnya sinergi lintas elemen dalam menjawab persoalan kebencanaan. Dukungan terhadap keterlibatan mahasiswa dinilai bukan hanya membantu distribusi logistik, tetapi juga membuka ruang edukasi dan pendampingan masyarakat.

Di sisi lain, keterlibatan mahasiswa PMII Unisla mencerminkan pergeseran peran generasi muda dari sekadar relawan menjadi agen perubahan sosial. Ketua PC PMII Unisla, Ahmad Hidayatul Ramdani, menekankan bahwa pengabdian mahasiswa harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, termasuk dalam situasi krisis seperti banjir.

Namun demikian, kegiatan pembagian 40 paket sembako ini juga memunculkan catatan penting terkait skala bantuan yang masih terbatas dibanding potensi dampak banjir yang lebih luas. Hal ini menjadi refleksi bahwa upaya penanganan bencana di daerah rawan seperti Deket memerlukan strategi jangka panjang, mulai dari mitigasi, normalisasi aliran sungai, hingga edukasi kesiapsiagaan warga.

Pemerintah kecamatan dan desa pun mulai mengarahkan perhatian pada tantangan berikutnya. Camat Deket bersama Kepala Desa Sidomulyo mengingatkan warga tidak hanya waspada terhadap banjir, tetapi juga potensi musim kemarau panjang sebagaimana diprediksi BMKG. Kondisi ini menuntut masyarakat untuk lebih adaptif dalam mengelola sumber daya air.

Partisipasi sekitar 95 orang dalam kegiatan ini—termasuk unsur Forkopimcam, aparat keamanan, dan perangkat desa—menunjukkan bahwa solidaritas sosial masih menjadi kekuatan utama di tengah keterbatasan.

Lebih dari sekadar seremoni penyerahan bantuan, kegiatan ini memperlihatkan bahwa penanganan bencana membutuhkan kolaborasi berkelanjutan. TNI, mahasiswa, dan pemerintah daerah dituntut tidak hanya hadir saat krisis, tetapi juga terlibat dalam membangun sistem yang mampu mengurangi risiko bencana di masa mendatang. (Red).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Perempuan Ditemukan Tergeletak di Jalan, Identitas Terungkap

14 September 2026 - 02:09 WIB

Pasca-Terima SK, Kesatuan Buruh Marhaenis Lamongan Siap Jadi Jembatan Aspirasi dan Tolak Regulasi Merugikan Buruh

13 September 2026 - 06:27 WIB

Debu Dolomit Kepung Permukiman, DLH Lamongan Turun Tangan

12 September 2026 - 13:20 WIB

Sengketa data Pertanahan Plosowahyu, Pemdes Tegaskan Pentingnya Kejelasan Status Pemohon

21 August 2026 - 19:01 WIB

Dinkes Lamongan Dua Kali Evaluasi SPPG Kembangbahu

21 August 2026 - 03:22 WIB

Trending on Berita Terkini