LAMONGAN , WartaNuswantara.com– Di tengah upaya pengendalian inflasi daerah, kehadiran aparat teritorial TNI di level kecamatan menjadi elemen penting yang kerap luput dari sorotan. Momentum itu terlihat saat Danramil 0812/14 Sukodadi, Kapten Inf Sobar, mendampingi kunjungan kerja Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam peninjauan Pasar Murah Komoditas Pangan dan Produk Industri Kecil Menengah (IKM) di Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan.

Jajaran Forkopimda dan koramil sukodadi setia mendampingi gubernur jawatimur Khofifah Indarparawansah
Kunjungan yang dipusatkan di lapangan depan Kantor Kecamatan Sukodadi itu bukan sekadar agenda seremonial. Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong pasar murah sebagai instrumen strategis untuk menekan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Rombongan gubernur tiba sekitar pukul 14.40 WIB dan disambut langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi. Selanjutnya, Gubernur bersama jajaran Forkopimda meninjau sejumlah stan sembako murah dan produk unggulan IKM yang diserbu warga.
Namun di balik keramaian transaksi dan antrean warga, peran Koramil Sukodadi menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan berjalan tertib sekaligus tepat sasaran. Kapten Inf Sobar menegaskan, keterlibatan TNI tidak sebatas aspek pengamanan.
“Kehadiran kami bukan hanya untuk menjaga situasi tetap kondusif, tetapi juga bentuk komitmen mendukung program pemerintah dalam meringankan beban ekonomi masyarakat. Koramil turut memantau ketersediaan stok dan distribusi bahan pokok di pasar tradisional agar stabilitas harga tetap terjaga,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan teritorial yang selama ini dijalankan Koramil memungkinkan deteksi dini terhadap potensi gejolak harga maupun distribusi yang tidak merata. Sinergi dengan Muspika dan pemerintah daerah dinilai menjadi kunci agar intervensi pasar benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan.
Antusiasme masyarakat Sukodadi terlihat tinggi, namun tetap tertib. Hal itu, kata Danramil, merupakan hasil koordinasi lintas sektor yang matang sebelum pelaksanaan kegiatan.
Pasar murah ini menyediakan berbagai komoditas strategis seperti beras, gula, minyak goreng, serta produk olahan IKM lokal dengan harga di bawah pasaran. Selain menekan beban belanja rumah tangga, kegiatan ini juga menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha kecil agar tetap bertahan di tengah dinamika ekonomi.
Dari sudut pandang ketahanan wilayah, kolaborasi antara pemerintah daerah dan aparat teritorial TNI mencerminkan pendekatan komprehensif dalam menjaga stabilitas sosial ekonomi. Di tingkat kecamatan, Koramil berperan sebagai simpul koordinasi yang menghubungkan kebijakan makro pemerintah dengan kondisi riil masyarakat.
Dengan pola pengawalan seperti ini, operasi pasar dan program pengendalian inflasi diharapkan tidak hanya bersifat insidental, tetapi menjadi bagian dari sistem monitoring berkelanjutan di tingkat akar rumput.(Red).
















