Lamongan, Wartanuswantara.com – Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lamongan tak sekadar agenda pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, forum ini dipandang sebagai ruang pembelajaran politik yang sehat sekaligus wadah memperkuat kualitas demokrasi di tingkat lokal.
Di tengah dinamika politik yang kerap diwarnai pragmatisme, langkah PKB Lamongan mengedepankan uji kompetensi bagi calon ketua justru menjadi sinyal positif. Proses ini menunjukkan bahwa kepemimpinan partai tidak hanya ditentukan oleh popularitas, tetapi juga oleh kapasitas, integritas, dan rekam jejak.
Pendekatan tersebut sekaligus membuka ruang bagi kader-kader potensial untuk tampil dan diuji secara objektif. Dengan demikian, Muscab tidak hanya melahirkan pemimpin baru, tetapi juga memperkuat budaya meritokrasi di internal partai.
Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid, menegaskan bahwa seluruh kandidat harus melalui tahapan uji kompetensi di tingkat wilayah sebelum diputuskan di tingkat pusat. Mekanisme ini menjadi bentuk standarisasi kualitas kepemimpinan yang diharapkan mampu menjawab tantangan politik ke depan.

Ketua DPC PKB Lamongan Saat Ini Abdul Ghofur memberikan sambutan dalam pembukaan muscab Lamongan 2026
“Hasil uji kompetensi di wilayah biasanya dapat diketahui dalam waktu sekitar satu pekan hingga sepuluh hari,” ujarnya.
Dari sisi kaderisasi, munculnya sejumlah nama seperti Abdul Ghofur dan Muhammad Freddy Wahyudi menunjukkan bahwa regenerasi di tubuh PKB Lamongan berjalan dinamis. Kehadiran figur-figur ini mencerminkan kesinambungan antara pengalaman dan semangat pembaruan.
Tak hanya fokus pada internal, Muscab juga menjadi momentum memperkuat hubungan partai dengan masyarakat. PKB Lamongan menegaskan bahwa arah politik ke depan tetap berpijak pada aspirasi akar rumput, termasuk dalam menentukan langkah strategis menghadapi Pilkada.
Pesan yang disampaikan jelas: kader partai harus siap hadir ketika masyarakat membutuhkan kepemimpinan. Politik tidak lagi semata soal kontestasi, melainkan tentang keberanian mengambil tanggung jawab publik.
Di sisi lain, target peningkatan kursi legislatif yang dicanangkan—yakni 17 hingga 19 kursi—dapat dibaca sebagai upaya membangun kepercayaan masyarakat melalui kerja-kerja politik yang lebih terukur. Ambisi tersebut bukan hanya soal angka, tetapi juga refleksi dari keinginan menguatkan representasi rakyat di parlemen.
Ketua DPC PKB Lamongan, Abdul Ghofur, menilai target tersebut sebagai bagian dari ikhtiar mengembalikan kejayaan partai di Lamongan sekaligus memperkokoh basis dukungan.
Dengan pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis kualitas, Muscab PKB Lamongan menghadirkan wajah politik yang lebih edukatif dan inklusif. Jika konsistensi ini terus dijaga, bukan tidak mungkin PKB Lamongan dapat menjadi contoh praktik demokrasi internal partai yang matang dan berorientasi pada kepentingan publik.(Red).















