Menu

Dark Mode
Warga Binaan Lapas Lamongan Hasilkan Selada Hidroponik untuk Program Makan Bergizi Gratis Hari Lahir Pancasila: Jangan Biarkan Hanya Menjadi Seremoni Dominasi Sepanjang Turnamen Tak Berbuah Gelar, Narayana FC U-13 Finis Sebagai Runner-up Pra Soeratin 2026 Kebakaran Gudang Milik Swasta di Kebet Lamongan Rugikan Rp150 Juta, Polisi Lakukan Penyelidikan Merasa Ditipu Soal Status Pernikahan, Biduan Asal Babat Tempuh Jalur Hukum PDIP Soroti Transparansi APBN untuk Sapi Kurban Presiden

Bela Negara

Metode Organik Bela Negara Dongkrak Kualitas Tanah dan Produktivitas Petani Lamongan

badge-check


					Metode Organik Bela Negara Dongkrak Kualitas Tanah dan Produktivitas Petani Lamongan Perbesar

Lamongan, WartaNuswantara.com – Inovasi pertanian berbasis Terapan Organik Bela Negara yang digagas Forum Komunikasi Bela Negara (FKBN) mulai menunjukkan hasil nyata di sejumlah wilayah Kabupaten Lamongan. Pendekatan ini dinilai mampu memperbaiki tingkat keasaman (pH) tanah secara signifikan sekaligus meningkatkan produktivitas hasil panen petani.

Uji coba yang dilakukan di lahan demplot Desa Caron, Kecamatan Sugio, memperlihatkan perubahan mencolok pada kondisi tanah. Berdasarkan hasil pengukuran, pH tanah yang semula berada di kisaran 3,5 hingga 4,5—kategori sangat asam—berhasil meningkat hingga mendekati netral, bahkan mencapai angka 7,0 setelah diberikan perlakuan agen penyubur organik.

Kader FKBN Sugio, Abu Syafi’i, menjelaskan bahwa pengujian dilakukan menggunakan alat ukur pH tanah untuk memastikan perubahan sebelum dan sesudah perlakuan. “Perubahan ini terjadi cukup cepat dan menunjukkan potensi besar dalam memperbaiki kualitas lahan pertanian yang sebelumnya kurang produktif,” ujarnya.

Pengalaman serupa disampaikan Sugianto, petani asal Dusun Lebak, Desa Mojorejo, Kecamatan Modo. Ia mengaku terkejut dengan peningkatan pH tanah di lahannya yang terjadi dalam waktu relatif singkat. “Dari pH 3,5 bisa naik hingga 7,0. Ini sangat membantu dan saya berencana menerapkan metode ini pada musim tanam berikutnya,” katanya.

Dampak positif metode ini juga dirasakan petani muda di Kecamatan Sukodadi. Zaky, petani milenial asal Dusun Dukoh, Desa Sukolilo, mengaku telah menerapkan sistem organik tersebut selama satu tahun terakhir di lahan seluas sekitar 200 cengkal. Menurutnya, metode ini tidak hanya meningkatkan kesuburan tanah, tetapi juga membuat tanaman lebih tahan terhadap serangan hama.

“Di saat banyak lahan di Sukodadi terserang hama seperti sundep dan penyakit lainnya, lahan saya relatif aman. Hasil panen juga meningkat,” ungkap Zaky, Minggu (3/5/2026).

Ia menyebutkan, dari lahan yang digarapnya, hasil panen mencapai sekitar 1,7 ton gabah kering sawah. Angka ini lebih tinggi dibandingkan lahan di sekitarnya dengan luas serupa yang sebagian besar menghasilkan di bawah 1 ton, bahkan mengalami gagal panen hingga 60 persen.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pendekatan organik tidak hanya berdampak pada perbaikan kualitas tanah, tetapi juga efisiensi biaya produksi karena mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Selain itu, tanaman dinilai lebih tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem dan serangan hama.

Keberhasilan Terapan Organik Bela Negara di Lamongan diharapkan dapat menjadi model pengembangan pertanian berkelanjutan di daerah lain. Para pelaku di sektor ini juga mendorong adanya dukungan lebih luas dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, guna mempercepat adopsi sistem pertanian ramah lingkungan.

Langkah ini dinilai strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, terutama di tengah tantangan perubahan iklim, degradasi lahan, dan meningkatnya ancaman hama penyakit tanaman. Dengan penerapan yang lebih luas, sistem ini berpotensi mendorong Indonesia menuju kemandirian sekaligus ambisi sebagai lumbung pangan dunia. (Red).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Warga Binaan Lapas Lamongan Hasilkan Selada Hidroponik untuk Program Makan Bergizi Gratis

1 June 2026 - 16:56 WIB

Kebakaran Gudang Milik Swasta di Kebet Lamongan Rugikan Rp150 Juta, Polisi Lakukan Penyelidikan

1 June 2026 - 15:18 WIB

Merasa Ditipu Soal Status Pernikahan, Biduan Asal Babat Tempuh Jalur Hukum

31 May 2026 - 03:23 WIB

PDIP Soroti Transparansi APBN untuk Sapi Kurban Presiden

29 May 2026 - 15:36 WIB

Gerindra Tegaskan Bantuan Sapi Kurban Presiden Tidak Menyalahi Aturan APBN

29 May 2026 - 15:09 WIB

Trending on Berita Terkini