Menu

Dark Mode
Dialog di Atas KRI Dewa Ruci: Mendorong Bela Negara di Tengah Tantangan Kedaulatan Laut Siap Menghadapi kemarau, lamongan dapat kado bantuan sarana irigasi dari kementan Melimpahnya Pupuk Perikanan Lamongan, 52 ribu Ton siap diserap Petambak. FKBN Konsolidasikan Bidang Media, Siapkan Strategi Penguatan Narasi Bela Negara 2026 Edukasi Lingkungan dan Penanganan Sampah Liar di Kedungpring Soroti Perubahan Perilaku Warga Eksplor Van Der Wijck Hadirkan Sensasi Nongkrong Bernuansa Pantai, Destinasi Baru Favorit di Pesisir Lamongan

Bela Negara

Lahan Bekas Pupuk Kimia Berubah, Agen Organik Bela Negara Tunjukkan Hasil Nyata.

badge-check


					Lahan Bekas Pupuk Kimia Berubah, Agen Organik Bela Negara Tunjukkan Hasil Nyata. Perbesar

Lamongan, WartaNuswantara.com — Uji coba penggunaan agen penyubur tanah organik dari Bela Negara menunjukkan hasil yang mencuri perhatian. Kegiatan pengecekan dilakukan pada lahan yang sebelumnya terbiasa menggunakan pupuk kimia, tepatnya di Desa Caron, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, di lahan demplot Bela Negara, Kader FKBN Sugio, Abu Syafi’i pada siang hingga sore hari. Selasa,(7/04/2026).

Pengujian dilakukan menggunakan alat ukur pH tanah untuk mengetahui tingkat keasaman tanah sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil awal menunjukkan pH tanah berada di angka 3,5 yang tergolong sangat asam dan kurang ideal bagi pertumbuhan tanaman.

Proses pemgambilan sampel tanah sebelum pemberian “pupuk agen penyubur tanah organik Bela Negara” sampel diambil langsung oleh Ahli organik Bela Negara Abah Mustain

Namun, setelah diberikan agen penyubur tanah organik Bela Negara, hasil pengukuran ulang menunjukkan perubahan signifikan. Dalam waktu hanya beberapa jam, pH tanah meningkat menjadi 6,0 atau mendekati kondisi netral yang lebih baik untuk mendukung kesuburan tanah dan produktivitas pertanian.

Abu Syafi’i, petani Organik Bela Negara yang turut menyaksikan uji coba tersebut, mengaku terkejut sekaligus optimistis dengan hasil yang diperoleh.

“Awalnya saya tidak menyangka perubahan pH tanah bisa secepat ini. Dari 3,5 yang sangat asam, dalam hitungan jam sudah naik ke 6,0. Ini luar biasa dan menjadi harapan baru bagi kami para petani,” ujar Kader Bela Negara Kecamatan Sugio itu.

Hanya dalam waktu 3 jam tanah yang semula memiliki PH atau tingkat keasaman 3,5 dengan cepat berubah menjadi 6,0 yang menyatakan bahwa tingkat keasaman turun drastis mendekati netral di angka 7,0

Menurutnya, penggunaan agen penyubur tanah organik ini menjadi solusi nyata untuk memperbaiki kondisi tanah yang selama ini bergantung pada pupuk kimia.

“Kalau ini diterapkan secara berkelanjutan, saya yakin tanah kita bisa kembali subur dan hasil panen juga akan meningkat. Ini bukan hanya soal hasil, tapi juga menjaga kesehatan tanah untuk jangka panjang,” tambah Abu Syafi’i.

Senada dengan itu, Ahli Organik Bela Negara, Abah Mustain mengatakan, Ia juga mengajak petani lain untuk mulai beralih atau setidaknya mengurangi penggunaan pupuk kimia dan mencoba metode organik yang lebih ramah lingkungan.

“Sudah saatnya kita kembali ke alam. Pertanian organik bukan hanya tren, tapi kebutuhan untuk masa depan pertanian kita, masa depan anak cucu yang lebih sehat,” Ujarnya.

Perubahan yang relatif cepat ini menjadi perhatian para petani dan pegiat pertanian setempat. Mereka menilai penggunaan bahan organik dapat menjadi solusi alternatif untuk memperbaiki kualitas tanah yang selama ini terdegradasi akibat penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus.

Kepala Forum Kader Bela Negara (FKBN) Kabupaten Lamongan menyampaikan apresiasi atas hasil uji coba agen penyubur tanah organik yang dinilai memberikan dampak nyata dalam waktu singkat.

“Ini adalah bukti konkret bahwa pendekatan organik mampu menjadi solusi atas kerusakan struktur dan tingkat keasaman tanah akibat penggunaan pupuk kimia yang berkepanjangan. Hasil dari pH 3,5 menjadi 6,0 dalam hitungan jam tentu sangat menggembirakan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa program ini bukan hanya sekadar inovasi pertanian, tetapi juga bagian dari gerakan bela negara di sektor pangan.

“Kami di FKBN mendorong kemandirian pangan sebagai bagian dari bela negara. Tanah yang sehat adalah fondasi utama ketahanan pangan. Oleh karena itu, upaya seperti ini harus terus dikembangkan dan diperluas,” tegasnya.

Lebih lanjut, pihaknya berharap adanya kolaborasi antara petani, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat untuk mendukung pengembangan pertanian organik di Lamongan.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kesuburan tanah dan lingkungan. Ini adalah investasi jangka panjang demi keberlanjutan pertanian dan kesejahteraan petani,” pungkasnya.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga keseimbangan unsur hara tanah melalui pendekatan yang lebih ramah lingkungan. Diharapkan, inovasi ini mampu meningkatkan hasil pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan lahan pertanian di wilayah Lamongan. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dialog di Atas KRI Dewa Ruci: Mendorong Bela Negara di Tengah Tantangan Kedaulatan Laut

15 April 2026 - 13:52 WIB

Siap Menghadapi kemarau, lamongan dapat kado bantuan sarana irigasi dari kementan

15 April 2026 - 13:30 WIB

Melimpahnya Pupuk Perikanan Lamongan, 52 ribu Ton siap diserap Petambak.

13 April 2026 - 23:24 WIB

FKBN Konsolidasikan Bidang Media, Siapkan Strategi Penguatan Narasi Bela Negara 2026

12 April 2026 - 23:33 WIB

Edukasi Lingkungan dan Penanganan Sampah Liar di Kedungpring Soroti Perubahan Perilaku Warga

11 April 2026 - 21:29 WIB

Trending on Berita Terkini