Lamongan, WartaNuswantara.com – Bukan sekadar soal jumlah medali, kontingen Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) Kabupaten Lamongan menunjukkan kedalaman skuad dan konsistensi performa dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Inkanas Piala Kapolda Jawa Timur 2026. Bertanding di GOR Gelora Pancasila, Surabaya, 28–29 Maret, Lamongan menutup kejuaraan dengan koleksi 16 medali (3 emas, 4 perak, 9 perunggu) — sebuah capaian yang mencerminkan kekuatan merata di berbagai kelas.
Alih-alih hanya mengandalkan satu-dua unggulan, Lamongan tampil sebagai tim dengan distribusi prestasi yang merata, dari kategori usia dini hingga level TNI-Polri. Pola ini menjadi indikator penting bahwa pembinaan tidak berjalan sporadis, melainkan sistematis.
Tiga medali emas yang diraih Lamongan lahir dari nomor kumite, disiplin yang menuntut kecepatan, presisi, dan kontrol emosi tinggi.
Emas dipersembahkan oleh:
• Billie Indra Laga Pahlevi (Kumite -84 kg TNI-Polri Putra)
• Afrizafira Radikha Putri (Kumite -68 kg Under-21 Putri)
• Darel Azka (Kumite +70 kg Kadet Putra)
Sementara itu, empat perak dan sembilan perunggu yang tersebar di berbagai kelas mempertegas daya saing Lamongan di hampir seluruh sektor pertandingan.
Dalam format kejuaraan daerah yang padat, keberhasilan sebuah kontingen tidak hanya ditentukan oleh peraih emas, tetapi juga kontribusi lapis kedua dan ketiga. Di sinilah Lamongan unggul.
Nama-nama seperti Hapsari Norma Mauldyah Kusuma, Nur Kholis, Ulil Amri Hasibuan, hingga Acelin Azareva di kategori usia dini menjadi bukti bahwa regenerasi berjalan. Begitu pula deretan peraih perunggu dari kategori junior hingga senior yang menjaga stabilitas poin tim.
Ketua Majelis Sabuk Hitam (MSH) Inkanas Lamongan, Hariono, menilai capaian ini sebagai hasil dari proses panjang yang disiplin.
“Ini bukan hasil instan. Latihan yang terstruktur dan konsisten menjadi fondasi utama. Para atlet menunjukkan mental tanding yang semakin matang,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Namun, ia menegaskan bahwa hasil di Surabaya bukanlah garis finis.
“Kejurda ini menjadi tolok ukur. Target berikutnya adalah meningkatkan kualitas agar mampu bersaing di level nasional, bahkan internasional,” tambahnya.
Di balik performa atlet, faktor non-teknis juga memainkan peran penting. Dukungan penuh dari jajaran kepolisian, termasuk Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman selaku Ketua Umum Inkanas Lamongan, dinilai menjadi salah satu penguat stabilitas pembinaan.
Sinergi antara pengurus, pelatih, dan stakeholder lokal membentuk ekosistem yang kondusif bagi perkembangan atlet, mulai dari usia dini hingga level kompetitif.
Hasil 16 medali ini menempatkan Lamongan sebagai salah satu kontingen yang patut diperhitungkan di Jawa Timur. Lebih dari sekadar angka, capaian tersebut mengirim pesan bahwa pembinaan berbasis kontinuitas dan kedalaman tim mulai membuahkan hasil nyata.
Jika tren ini terjaga, Lamongan berpotensi menjadi lumbung atlet karate yang tidak hanya berbicara di level daerah, tetapi juga nasional dalam waktu dekat.(Red).















