Menu

Dark Mode
LSM Formal Desak BFI Finance Klarifikasi Dugaan Penyebaran Data Nasabah dan Penahanan BPKB Warga Binaan Lapas Lamongan Hasilkan Selada Hidroponik untuk Program Makan Bergizi Gratis Hari Lahir Pancasila: Jangan Biarkan Hanya Menjadi Seremoni Dominasi Sepanjang Turnamen Tak Berbuah Gelar, Narayana FC U-13 Finis Sebagai Runner-up Pra Soeratin 2026 Kebakaran Gudang Milik Swasta di Kebet Lamongan Rugikan Rp150 Juta, Polisi Lakukan Penyelidikan Merasa Ditipu Soal Status Pernikahan, Biduan Asal Babat Tempuh Jalur Hukum

Berita Terkini

Banjir Karanggeneng Tak Kunjung Usai, Warga Pertanyakan Solusi Permanen Saat Bupati dan Wagub Turun Tangan

badge-check


					Banjir Karanggeneng Tak Kunjung Usai, Warga Pertanyakan Solusi Permanen Saat Bupati dan Wagub Turun Tangan Perbesar

LAMONGAN , WartaNuswantara.com– Peninjauan banjir di Kecamatan Karanggeneng oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak pada Sabtu (14/3/2026) memunculkan dua sisi cerita. Di satu sisi, kehadiran dua pejabat itu menunjukkan perhatian pemerintah terhadap keluhan warga. Namun di sisi lain, banjir yang terus berulang di kawasan Bengawan Jero justru memicu pertanyaan publik: mengapa persoalan yang sudah terjadi bertahun-tahun ini belum menemukan solusi permanen?

Peninjauan dilakukan di ruas jalan provinsi di depan Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar, Desa Simo, Kecamatan Karanggeneng—titik yang hampir setiap musim hujan berubah menjadi kubangan air setinggi 30 hingga 60 sentimeter. Genangan ini bukan sekadar mengganggu lalu lintas, tetapi juga aktivitas ratusan santri dan warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Bupati Yuhronur Efendi, yang akrab disapa Pak Yes, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam. Ia menyebut penanganan banjir di kawasan Bengawan Jero membutuhkan kolaborasi lintas kewenangan karena berkaitan dengan sistem sungai, pintu air, hingga infrastruktur yang berada di bawah kewenangan provinsi dan pemerintah pusat.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mendampingi Wagub Jawa timur Emil Dardak dalam pantuan langsung proses pompa air dari halaman Ponpes Matholiul Anwar simo karanggeneng

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan Balai Besar Wilayah Sungai. Mudah-mudahan menjelang Idul Fitri kondisi banjir di Lamongan bisa jauh berkurang,” ujarnya di sela peninjauan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menegaskan bahwa keluhan masyarakat tidak boleh diabaikan. Pemerintah provinsi, kata Emil, tengah melakukan berbagai langkah darurat seperti penambahan pompa, optimalisasi pintu air, hingga pemasangan tanggul sementara sepanjang sekitar 160 meter di titik rawan genangan.

“Keluhan warga tidak bisa kita diamkan. Karena itu kita cari solusi operasionalnya, termasuk menambah jumlah pompa dan pendekatan yang lebih spesifik sesuai kondisi lapangan,” tegas Emil.

Banjir Tahunan, Solusi Sementara

Meski begitu, fakta di lapangan menunjukkan bahwa langkah yang diambil masih bersifat jangka pendek. Pemasangan tanggul sementara dan penggunaan pompa apung hanya berfungsi menahan dan memindahkan air, bukan menghilangkan sumber persoalan.

Dalam skema darurat yang dipaparkan pemerintah, air justru diarahkan untuk menggenang di badan jalan sebelum dipompa keluar. Strategi ini dinilai efektif untuk mempercepat surutnya air, namun juga menimbulkan kritik karena berarti jalan provinsi tetap dijadikan “kolam sementara”.

Beberapa warga yang ditemui di sekitar lokasi mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung lama. Mereka menyambut baik kehadiran pejabat pemerintah, tetapi berharap langkah yang diambil tidak sekadar bersifat simbolik atau musiman.

“Setiap hujan deras pasti banjir. Kalau cuma dipompa atau ditahan sementara, nanti hujan lagi ya sama saja,” kata seorang warga yang sehari-hari melintas di jalur tersebut.

Persoalan Lama Bengawan Jero

Wilayah Karanggeneng berada di kawasan cekungan Bengawan Jero, daerah yang sejak lama dikenal rawan genangan. Sistem aliran air yang bergantung pada pintu air dan pompa membuat wilayah ini rentan ketika curah hujan tinggi atau debit sungai meningkat.

Pemerintah provinsi menyebut penanganan jangka panjang masih membutuhkan kajian lebih mendalam, termasuk kemungkinan normalisasi sungai, peningkatan kapasitas drainase, serta koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai yang memiliki kewenangan pengelolaan sungai.

Namun hingga kini, rencana besar tersebut belum sepenuhnya terealisasi. Hal inilah yang memicu kritik dari sejumlah warga dan pengamat lokal yang menilai penanganan banjir di kawasan Bengawan Jero masih bersifat reaktif, bukan preventif.

Antara Harapan dan Skeptisisme

Di sisi lain, pengurus Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah yang datang langsung ke lokasi. Mereka berharap kehadiran Bupati dan Wakil Gubernur menjadi titik awal percepatan penanganan banjir yang selama ini mengganggu aktivitas santri.

Namun di tengah harapan itu, muncul pula skeptisisme publik. Bagi warga Karanggeneng, banjir bukan lagi sekadar peristiwa musiman, melainkan persoalan struktural yang menuntut solusi jangka panjang.

Peninjauan yang dilakukan oleh Yuhronur Efendi dan Emil Elestianto Dardak memang menunjukkan bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat. Tetapi bagi warga yang saban tahun harus berjalan menembus air setinggi lutut, yang lebih ditunggu bukan sekadar kunjungan—melainkan jawaban nyata kapan banjir Bengawan Jero benar-benar berakhir. (Red).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

LSM Formal Desak BFI Finance Klarifikasi Dugaan Penyebaran Data Nasabah dan Penahanan BPKB

2 June 2026 - 08:06 WIB

Warga Binaan Lapas Lamongan Hasilkan Selada Hidroponik untuk Program Makan Bergizi Gratis

1 June 2026 - 16:56 WIB

Kebakaran Gudang Milik Swasta di Kebet Lamongan Rugikan Rp150 Juta, Polisi Lakukan Penyelidikan

1 June 2026 - 15:18 WIB

Merasa Ditipu Soal Status Pernikahan, Biduan Asal Babat Tempuh Jalur Hukum

31 May 2026 - 03:23 WIB

PDIP Soroti Transparansi APBN untuk Sapi Kurban Presiden

29 May 2026 - 15:36 WIB

Trending on Berita Terkini