SURABAYA, WartaNuswantara.com– Proses pemulangan jemaah haji melalui Debarkasi Surabaya hingga kelompok terbang (kloter) ke-25 berlangsung relatif lancar. Namun, enam jemaah asal Jawa Timur masih tertunda kembali ke Indonesia karena harus menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi.
Data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya mencatat, hingga Minggu (7/6/2026), sebanyak 25 kloter telah tiba di Tanah Air. Meski demikian, enam jemaah belum dapat dipulangkan bersama rombongannya karena kondisi kesehatan yang masih memerlukan penanganan lanjutan.
Keenam jemaah tersebut adalah Mohammad Dzikri Muiz (65) asal Kabupaten Probolinggo dari Kloter 4 yang dirawat di rumah sakit di Jeddah akibat penyakit kanker. Kemudian Siti Mutmainah Asari (64) asal Kota Malang dari Kloter 14 yang masih menjalani perawatan di RS Bandara Taif.
Selain itu, Matory Ahmad Jalil (78) asal Kota Malang dari Kloter 14 dirawat di RS King Faisal karena mengalami sesak napas. Soetrisno Semo Semin (66) asal Kabupaten Magetan dari Kloter 21 masih menjalani pemulihan pascaoperasi jantung di RS King Abdullah.
Dua jemaah lainnya, yakni Jetty Trisno (70) asal Kota Madiun dari Kloter 22 dirawat di RS Samir Abbas akibat infeksi paru-paru, serta Sri Rahayu Sudarmo (73) asal Kabupaten Pacitan dari Kloter 25 yang mendapatkan perawatan di RS King Faisal karena gangguan paru-paru.
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para jemaah yang masih dirawat. Koordinasi juga dilakukan secara intensif dengan petugas kesehatan haji yang bertugas di Arab Saudi untuk memastikan seluruh pasien memperoleh pelayanan medis yang diperlukan.
Menurutnya, pemulangan enam jemaah tersebut tertunda semata-mata karena pertimbangan kesehatan. Mereka baru akan diterbangkan ke Indonesia setelah dinyatakan layak melakukan perjalanan oleh tim medis.
Di sisi lain, Anam menyebut proses debarkasi hingga Kloter 25 berjalan sesuai rencana. PPIH terus mengawal seluruh tahapan kedatangan jemaah, mulai dari penerimaan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya hingga pemulangan ke daerah asal masing-masing.
Dari catatan ketepatan waktu penerbangan, sebanyak 17 kloter tiba sesuai jadwal, tiga kloter mendarat lebih cepat, sementara lima kloter mengalami keterlambatan. Kendati demikian, seluruh proses pelayanan kedatangan jemaah tetap berlangsung sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
PPIH juga mencatat adanya 30 mutasi keluar selama operasional debarkasi, terdiri atas 11 jemaah wafat di Arab Saudi, delapan jemaah sakit yang masih berada di Arab Saudi, satu jemaah pulang secara mandiri, serta 10 kursi kosong. Sementara itu, terdapat delapan mutasi masuk dari jemaah yang sebelumnya telah terdaftar pada kloter lain. (Red).
















