Menu

Dark Mode
PNM CABANG LAMONGAN BEKALI PELAKU UMKM IBU-IBU MEKAAR DENGAN PENGETAHUAN LEGALITAS USAHA DAN BRANDING PRODUK USAHA Hari Koperasi ke-79 Jadi Ajang Promosi Produk UMKM Lamongan ke Kancah Globa WPP Pusat dan Jawa Timur Tegaskan Komitmen Menangkan PPP di Pemilu 2029. Mengubah Sampah Menjadi Nilai Ekonomi, PNM Dorong Pemberdayaan Nasabah Melalui Program Eco Life Meriah! Nobar Final Piala Dunia 2026 di DPD Golkar Lamongan Berhadiah Dua Ekor Kambing PNM Cabang Lamongan Bekali Calon Account Officer Lewat Orientation Basic Training

Bela Negara

FKBN Lamongan Gelar Retret Bela Negara Batch 2, Perkuat Nasionalisme Guru

badge-check


					FKBN Lamongan Gelar Retret Bela Negara Batch 2, Perkuat Nasionalisme Guru Perbesar

LAMONGAN,WartaNuswantara.com — Semangat penguatan nasionalisme dan wawasan kebangsaan kembali digaungkan di Kabupaten Lamongan melalui kegiatan Retret Bela Negara Batch 2 Tahun 2026 yang digelar oleh Forum Kader Bela Negara (FKBN) Bakorda Lamongan. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan wisata alam Alas G-Park, Lamongan, pada Sabtu-Minggu, 16–17 Mei 2026.

Retret yang diikuti para guru, kepala sekolah, dan tenaga pendidik dari wilayah Lamongan selatan itu menjadi bagian dari upaya membangun karakter pendidik yang berjiwa nasionalis di tengah tantangan globalisasi, perkembangan teknologi informasi, hingga ancaman penyebaran paham radikal dan pengaruh budaya asing.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lamongan. Hadir dalam pembukaan kegiatan antara lain perwakilan Kodim 0812 Lamongan, Polres Lamongan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Lamongan, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan.

Ketua FKBN Bakorda Lamongan, M. Ferry Fadli, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah konkret untuk memperkuat nilai bela negara di lingkungan pendidikan.

Menurutnya, tantangan bangsa saat ini tidak hanya berupa ancaman fisik, tetapi juga perang ideologi, degradasi moral, hingga rendahnya kesadaran generasi muda terhadap nilai kebangsaan.

“Bela negara adalah amanah konstitusi sekaligus tanggung jawab bersama. Karena itu kami ingin para pendidik memiliki ketahanan mental, karakter kuat, dan mampu menjadi teladan bagi peserta didik,” ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi tentang kepemimpinan, wawasan kebangsaan, pendidikan karakter, hingga strategi menanamkan nilai bela negara di sekolah.

Materi kepemimpinan disampaikan oleh Dewan Pakar FKBN Jawa Timur, Aldian Gondokusumo. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa bela negara tidak hanya diwujudkan melalui kekuatan militer, tetapi juga melalui pengabdian profesi masing-masing.

“Seorang guru membela negara dengan mengajar secara ikhlas dan profesional. Petani membela negara dengan menjaga ketahanan pangan, sementara nelayan menjaga laut Indonesia,” katanya di hadapan peserta.

Ia juga mengingatkan bahwa ancaman terhadap bangsa saat ini lebih banyak datang melalui infiltrasi ideologi, radikalisme, dan pengaruh budaya yang tidak sejalan dengan nilai Pancasila.

Sementara itu, materi wawasan kebangsaan disampaikan oleh Harum Istiana Irawati yang menekankan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain sesi materi di dalam ruangan, peserta juga mengikuti diskusi kelompok yang membahas strategi implementasi nilai bela negara di sekolah. Sejumlah gagasan muncul dalam forum tersebut, mulai dari pembentukan kegiatan ekstrakurikuler berbasis nasionalisme hingga program kepemimpinan siswa.

Pada sesi malam, MPO FKBN, R. Chusnu Yuli Setyo, menyampaikan materi bertajuk “Pendidik yang Berjiwa Bela Negara”. Ia menilai guru memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan pembangunan karakter bangsa.

“Guru bukan hanya pengajar, tetapi penjaga nilai dan arah peradaban bangsa. Guru harus menjadi teladan dalam sikap, moral, dan semangat pengabdian,” ujarnya.

Materi lain juga disampaikan oleh Siti Maria Ulfa mengenai peran strategis guru dalam menanamkan nilai bela negara di era krisis global.

Kegiatan semakin lengkap dengan sesi refleksi malam, senam kebugaran, permainan edukatif bertema bela negara, hingga pembekalan mengenai sistem pertahanan semesta (Sishankamrata) dan ancaman proxy war dari perwakilan Kodim 0812 Lamongan.

FKBN Lamongan bersama Kodim 0812 Lamongan menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program serupa pada batch berikutnya dengan sasaran yang lebih luas.

“Kami ingin nilai bela negara tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi benar-benar hidup di sekolah, keluarga, dan masyarakat,” kata Ferry.

Melalui kegiatan tersebut, FKBN berharap para pendidik di Lamongan mampu menjadi motor penggerak lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter nasionalis, integritas, dan kepedulian terhadap bangsa serta negara. (Red).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

PNM CABANG LAMONGAN BEKALI PELAKU UMKM IBU-IBU MEKAAR DENGAN PENGETAHUAN LEGALITAS USAHA DAN BRANDING PRODUK USAHA

27 July 2026 - 04:05 WIB

Mengubah Sampah Menjadi Nilai Ekonomi, PNM Dorong Pemberdayaan Nasabah Melalui Program Eco Life

20 July 2026 - 12:13 WIB

Tanamkan Jiwa Patriotisme, Babinsa Berikan Materi Bela Negara kepada 443 Siswa MA Matholi’ul Anwar Karanggeneng

15 July 2026 - 13:31 WIB

Ketua JMSI Jawa Timur: HUT Media Harus Berdampak bagi Masyarakat

4 July 2026 - 05:22 WIB

Lagi, Gagal Salip Truk Pemotor 19 Tahun Tewas

3 July 2026 - 15:13 WIB

Trending on Berita Terkini