Diduga Sopir Mengantuk, Truk Trailer Terguling di Jalur Lamongan-Babat Sempat Picu Kemacetan
Lamongan – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Raya Lamongan–Babat, tepatnya di Desa Kebalandono, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Kamis (14/5/2026) sekitar pukul 15.10 WIB. Sebuah truk trailer dilaporkan terguling di badan jalan hingga menyebabkan arus lalu lintas di kawasan tersebut sempat mengalami kepadatan.
Peristiwa itu dibenarkan Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd. Ia menjelaskan kendaraan yang mengalami kecelakaan merupakan truk trailer bernomor polisi G-94xx-OF yang dikemudikan RM (24), warga Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
“Benar telah terjadi kecelakaan tunggal di wilayah Kebalandono, Babat. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut,” ujar Hamzaid.
Berdasarkan hasil keterangan saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP), truk trailer semula melaju dari arah timur menuju barat di lajur kanan. Namun saat melintas di lokasi kejadian, pengemudi diduga mengalami kelelahan dan mengantuk sehingga kendaraan kehilangan kendali, oleng ke kanan, lalu terguling di badan jalan.
Akibat insiden tersebut, kendaraan mengalami kerusakan cukup serius dan sempat menghambat arus lalu lintas di jalur nasional Lamongan–Babat. Kepadatan kendaraan terjadi karena posisi truk menutup sebagian badan jalan.
Menindaklanjuti kejadian itu, personel gabungan dari Unit Gakkum Satlantas Polres Lamongan, Unit Patroli Satlantas, serta anggota Polsek Babat langsung diterjunkan ke lokasi guna melakukan penanganan dan pengamanan arus lalu lintas.
Petugas melakukan pengaturan kendaraan, olah TKP, serta proses evakuasi truk trailer agar tidak terjadi antrean kendaraan yang lebih panjang. Proses evakuasi berlangsung lancar hingga akhirnya kendaraan berhasil dipindahkan dari lokasi kejadian.
“Setelah proses evakuasi selesai, arus lalu lintas kembali normal dan dapat dilalui kendaraan dari kedua arah,” tambahnya.
Polres Lamongan mengimbau seluruh pengguna jalan untuk lebih memperhatikan kondisi fisik sebelum berkendara, khususnya bagi pengemudi kendaraan berat dan perjalanan jarak jauh. Pengendara diminta segera beristirahat apabila merasa lelah atau mengantuk guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
















