Menu

Dark Mode
Perempuan Ditemukan Tergeletak di Jalan, Identitas Terungkap Pasca-Terima SK, Kesatuan Buruh Marhaenis Lamongan Siap Jadi Jembatan Aspirasi dan Tolak Regulasi Merugikan Buruh Debu Dolomit Kepung Permukiman, DLH Lamongan Turun Tangan Sengketa data Pertanahan Plosowahyu, Pemdes Tegaskan Pentingnya Kejelasan Status Pemohon Dinkes Lamongan Dua Kali Evaluasi SPPG Kembangbahu Dugaan Ulat di Menu MBG Kembangbahu, SPPG Lopang 2 Disorot

Berita Terkini

Pemkab Lamongan Dorong Mekanisasi Pertanian, Tiga Kelompok Tani Terima Bantuan Combine Harvester

badge-check


					Pemkab Lamongan Dorong Mekanisasi Pertanian, Tiga Kelompok Tani Terima Bantuan Combine Harvester Perbesar

LAMONGAN, WartaNuswantara.com – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat sektor pertanian melalui program modernisasi alat pertanian. Upaya tersebut diwujudkan dengan penyerahan bantuan alat panen modern berupa combine harvester kepada tiga kelompok tani di Lamongan, Kamis (7/5).

Bantuan alat Combine Harvester Bimo 110 Plus diserahkan langsung oleh Bupati Yuhronur Efendi di kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan. Tiga kelompok tani penerima bantuan tersebut berasal dari Kecamatan Sugio, Sekaran, dan Kembangbahu.

Dalam kesempatan itu, Yuhronur Efendi mengatakan modernisasi pertanian menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menjaga posisi Lamongan sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Menurutnya, penggunaan alat mekanis mulai dari proses tanam hingga panen diharapkan mampu menekan biaya operasional petani dan mempercepat masa panen.

“Dengan mekanisasi pertanian, proses produksi akan lebih efisien, hasil panen lebih maksimal, dan produktivitas pertanian di Lamongan dapat terus meningkat,” ujar pria yang akrab disapa Pak Yes tersebut.

Masalah yang selama ini dihadapi petani, kata dia, adalah proses panen yang masih banyak mengandalkan tenaga manual sehingga membutuhkan waktu lebih lama dan biaya lebih besar. Kondisi itu dinilai dapat memengaruhi percepatan masa tanam berikutnya serta target produksi pangan daerah.

Pemkab Lamongan menilai modernisasi alat pertanian menjadi solusi untuk menjawab tantangan tersebut. Combine harvester yang diberikan memiliki fungsi memanen, merontokkan, hingga membersihkan gabah dalam satu proses kerja sehingga dinilai lebih efektif dibanding metode konvensional.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan per 6 Mei 2026, realisasi luas tambah tanam di Lamongan telah mencapai 65.426 hektare atau sekitar 28,04 persen dari target pemerintah pusat sebesar 233.327 hektare.

Sementara itu, Kepala Desa Kebalankulon, Andik Sudarno, menyampaikan apresiasi atas bantuan alat pertanian yang diterima kelompok tani di wilayahnya. Ia berharap keberadaan combine harvester dapat membantu pelayanan panen bagi petani dan meningkatkan hasil produksi pertanian desa.

Tiga kelompok tani penerima bantuan tersebut yakni Poktan Sri Rejeki Kayen Desa Jubelkidul Kecamatan Sugio, Poktan Luhur 1 Desa Kebalankulon Kecamatan Sekaran, dan Poktan Sekar Arum Desa Gintungan Kecamatan Kembangbahu. (Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Perempuan Ditemukan Tergeletak di Jalan, Identitas Terungkap

14 September 2026 - 02:09 WIB

Pasca-Terima SK, Kesatuan Buruh Marhaenis Lamongan Siap Jadi Jembatan Aspirasi dan Tolak Regulasi Merugikan Buruh

13 September 2026 - 06:27 WIB

Debu Dolomit Kepung Permukiman, DLH Lamongan Turun Tangan

12 September 2026 - 13:20 WIB

Sengketa data Pertanahan Plosowahyu, Pemdes Tegaskan Pentingnya Kejelasan Status Pemohon

21 August 2026 - 19:01 WIB

Dinkes Lamongan Dua Kali Evaluasi SPPG Kembangbahu

21 August 2026 - 03:22 WIB

Trending on Berita Terkini