Jakarta, WartaNuswantara.com— Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menegaskan penguatan pengawasan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, dengan fokus pada perlindungan jemaah serta penindakan terhadap praktik haji non-prosedural yang masih ditemukan.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa operasional haji hingga pertengahan masa pemberangkatan berjalan relatif lancar dan terkendali. Hingga awal Mei 2026, ratusan kelompok terbang telah diberangkatkan ke Arab Saudi dengan puluhan ribu jemaah yang kini menjalani tahapan ibadah di Madinah dan Makkah.
Menurutnya, distribusi layanan bagi jemaah terus dipantau secara intensif, mulai dari keberangkatan di Tanah Air hingga mobilisasi di Tanah Suci. Pendampingan dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan tetap terjaga di tengah meningkatnya jumlah jemaah.
Di sisi lain, pemerintah menyoroti munculnya kembali praktik haji ilegal. Berdasarkan laporan perwakilan Indonesia di Arab Saudi, sedikitnya 10 warga negara Indonesia diamankan aparat setempat karena diduga terlibat dalam promosi dan transaksi haji tanpa izin resmi. Kasus serupa juga menyasar warga negara lain.
“Indonesia mendukung kebijakan otoritas Arab Saudi yang menegaskan tidak ada pelaksanaan haji tanpa izin resmi,” kata Maria. Ia menambahkan, penanganan hukum sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah Arab Saudi tanpa intervensi dari pihak Indonesia.
Pengawasan tidak hanya menyasar calon jemaah, tetapi juga pihak-pihak yang berperan sebagai penyelenggara atau perantara dalam praktik ilegal tersebut. Di dalam negeri, Satuan Tugas Haji Ilegal yang melibatkan lintas kementerian dan aparat penegak hukum terus memperketat pengawasan di sejumlah titik keberangkatan.
Sejumlah upaya pencegahan telah membuahkan hasil dengan digagalkannya keberangkatan jemaah yang diduga menggunakan jalur tidak resmi. Pemerintah menilai langkah ini penting untuk melindungi masyarakat dari potensi penipuan dan kerugian finansial.
Selain isu pengawasan, aspek kesehatan jemaah juga menjadi perhatian. Ribuan jemaah tercatat menjalani perawatan jalan, sementara sebagian lainnya dirujuk ke fasilitas kesehatan baik di klinik haji maupun rumah sakit di Arab Saudi.
Dengan suhu di Madinah dan Makkah yang mencapai hampir 40 derajat Celsius, pemerintah mengimbau jemaah untuk menjaga kondisi fisik, memperbanyak asupan cairan, serta segera melapor jika mengalami gangguan kesehatan.
Kemenhaj juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran berhaji tanpa antre melalui jalur ilegal. Selain berisiko kehilangan dana, praktik tersebut dapat berujung pada sanksi hukum, deportasi, hingga larangan masuk Arab Saudi dalam jangka panjang.
Pemerintah berharap seluruh proses ibadah haji tahun ini dapat berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan, dengan jemaah dapat menjalankan ibadah secara khusyuk dan optimal. (Red).















