Menu

Dark Mode
Razia Knalpot Brong di Babat, 21 Motor Ditilang Konfercab GMNI Lamongan Tekankan Kaderisasi dan Kepemimpinan Ratusan Lansia Meriahkan Peringatan HLUN di Lamongan KLASTERISASI OLAHAN HASIL LAUT MENJADI KERUPUK IKAN PT PNM MEKAAR Nihrul Bahi Al Haidar: Jangan Jadikan Sekolah Negeri Ladang Bisnis LKS Satresnarkoba Lamongan Ringkus Terduga Pengedar Sabu di Brondong

Daerah

Tradisi “Malam Songo” di Bojonegoro: 538 Pasangan Gelar Pernikahan di Malam ke-29 Ramadan

badge-check


					Tradisi “Malam Songo” di Bojonegoro: 538 Pasangan Gelar Pernikahan di Malam ke-29 Ramadan Perbesar

Bojonegoro, WartaNuswantara.com– Tradisi pernikahan pada malam ke-29 bulan Ramadan atau yang dikenal dalam budaya Jawa sebagai “malam songo“masih terus lestari di Kabupaten Bojonegoro. Pada Ramadan 1447 H tahun ini, tercatat sebanyak 538 pasangan melangsungkan akad nikah dalam satu malam, menjadikannya salah satu momen pernikahan massal terbesar dalam setahun.

Fenomena ini bukan hal baru bagi masyarakat Bojonegoro. Malam songo diyakini sebagai waktu penuh berkah, mendekati akhir Ramadan, sehingga banyak pasangan memilih melangsungkan pernikahan dengan harapan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Bojonegoro menyampaikan bahwa lonjakan pernikahan di malam songo selalu terjadi setiap tahun dan menjadi bagian dari kearifan lokal yang kuat di tengah masyarakat.

“Tradisi malam songo ini sudah mengakar. Dalam satu malam, jumlah pernikahan bisa melonjak drastis dibanding hari biasa. Tahun ini tercatat 538 pasangan yang menikah, tersebar di seluruh kecamatan di Bojonegoro,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pasangan pengantin tersebar di berbagai kecamatan, dengan dominasi di wilayah padat penduduk seperti Kecamatan Bojonegoro Kota, Kapas, Dander, Balen, dan Kalitidu. Meski demikian, hampir seluruh KUA di tiap kecamatan turut melayani akad nikah pada malam tersebut.

“Setiap KUA melakukan pelayanan maksimal, bahkan ada penghulu yang harus melayani beberapa akad dalam satu malam. Ini menjadi tantangan sekaligus bentuk pengabdian kami kepada masyarakat,” tambahnya.

Secara kultural, malam songo juga menjadi momentum berkumpulnya keluarga besar, diiringi suasana religius Ramadan. Prosesi akad biasanya dilaksanakan sederhana, namun sarat makna, sering kali digelar di rumah mempelai dengan dihadiri tokoh agama dan keluarga dekat.

Selain faktor kepercayaan terhadap keberkahan waktu, alasan praktis juga menjadi pertimbangan. Banyak keluarga memilih malam songo karena bertepatan dengan suasana libur menjelang Idulfitri, sehingga memudahkan kehadiran sanak saudara.

Tradisi ini pun mendapat perhatian khusus dari Kementerian Agama setempat, terutama dalam hal pengaturan jadwal penghulu agar seluruh pasangan tetap terlayani secara optimal dan sah secara administrasi.

Dengan tingginya angka pernikahan di malam songo, Bojonegoro kembali menunjukkan kekuatan tradisi lokal yang berpadu dengan nilai-nilai religius, sekaligus menjadi potret unik dinamika sosial masyarakat di bulan suci Ramadan.(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Razia Knalpot Brong di Babat, 21 Motor Ditilang

7 June 2026 - 12:36 WIB

Konfercab GMNI Lamongan Tekankan Kaderisasi dan Kepemimpinan

7 June 2026 - 12:26 WIB

Ratusan Lansia Meriahkan Peringatan HLUN di Lamongan

7 June 2026 - 12:14 WIB

KLASTERISASI OLAHAN HASIL LAUT MENJADI KERUPUK IKAN PT PNM MEKAAR

5 June 2026 - 10:28 WIB

Satresnarkoba Lamongan Ringkus Terduga Pengedar Sabu di Brondong

4 June 2026 - 23:27 WIB

Trending on Berita Terkini