Menu

Dark Mode
PNM CABANG LAMONGAN BEKALI PELAKU UMKM IBU-IBU MEKAAR DENGAN PENGETAHUAN LEGALITAS USAHA DAN BRANDING PRODUK USAHA Hari Koperasi ke-79 Jadi Ajang Promosi Produk UMKM Lamongan ke Kancah Globa WPP Pusat dan Jawa Timur Tegaskan Komitmen Menangkan PPP di Pemilu 2029. Mengubah Sampah Menjadi Nilai Ekonomi, PNM Dorong Pemberdayaan Nasabah Melalui Program Eco Life Meriah! Nobar Final Piala Dunia 2026 di DPD Golkar Lamongan Berhadiah Dua Ekor Kambing PNM Cabang Lamongan Bekali Calon Account Officer Lewat Orientation Basic Training

Berita Terkini

Skandal KPR Subsidi Menggelinding! Dugaan Rekayasa Administratif Seret Nama Bank BTN Cabang Pembantu Lamongan

badge-check


					Skandal KPR Subsidi Menggelinding! Dugaan Rekayasa Administratif Seret Nama Bank BTN Cabang Pembantu Lamongan Perbesar

Skandal KPR Subsidi Menggelinding! Dugaan Rekayasa Administratif Seret Nama Bank BTN Cabang Pembantu Lamongan

Lamongan, WartaNuswantara.com – Aroma skandal dalam program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi di Kabupaten Lamongan kian menyengat. Dugaan rekayasa administratif dan pencatutan identitas warga menyeret nama Bank BTN Cabang Pembantu Lamongan dalam pusaran penyelidikan hukum.

Kasus ini bukan sekadar isu internal perbankan. Ia menyentuh langsung program KPR subsidi yang sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah—kelompok yang justru paling rentan menjadi korban.

Dugaan Pencatutan Identitas dan Rumah “Fiktif”

Informasi yang dihimpun menyebutkan adanya penggunaan KTP warga tanpa persetujuan untuk pengajuan kredit perumahan subsidi. Lebih mengkhawatirkan, terdapat indikasi sejumlah unit rumah yang secara administratif tercatat sebagai telah dikreditkan, namun tidak pernah diserahterimakan kepada debitur.

Jika benar terjadi, pola ini bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan dugaan praktik sistematis yang berpotensi melibatkan lebih dari satu pihak—mulai dari pengembang hingga oknum di lembaga pembiayaan.

Salah satu warga yang dipanggil sebagai saksi, Zaki, mengaku namanya tercantum sebagai debitur KPR subsidi padahal ia tidak pernah mengajukan kredit apa pun.

“Saya dipanggil pihak kejaksaan sebagai saksi. Tadi juga ada dari pihak bank yang hadir. Saya kerja ikut tanggapan sound system, tidak punya slip gaji, dan tidak pernah mengajukan KPR subsidi,” ujarnya usai menjalani pemeriksaan.

Pernyataan tersebut memperkuat dugaan pencatutan identitas untuk meloloskan berkas kredit. Pertanyaannya, bagaimana mungkin proses verifikasi perbankan bisa meloloskan pengajuan tanpa persetujuan dan kelengkapan dokumen sah dari calon debitur?

Kejaksaan Turun Tangan

Kasus ini kini telah masuk tahap penyelidikan oleh Kejaksaan Negeri Lamongan. Sejumlah saksi telah dipanggil, termasuk karyawan dari BTN wilayah Gresik–Lamongan.

Pantauan di kantor Kejari Lamongan menunjukkan beberapa saksi keluar-masuk ruang pemeriksaan. Mereka dimintai klarifikasi terkait laporan dugaan penyimpangan dalam proyek perumahan KPR subsidi di wilayah tersebut.

Pemanggilan internal pihak bank menandakan perkara ini tidak lagi sebatas laporan masyarakat, tetapi telah masuk dalam pendalaman serius aparat penegak hukum.

Pihak Bank Belum Beri Penjelasan

Upaya konfirmasi kepada Kepala Cabang Pembantu BTN Lamongan, Kartika Utami, belum membuahkan hasil. Petugas keamanan kantor menyampaikan bahwa yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat.

Belum adanya pernyataan resmi dari manajemen cabang semakin memantik spekulasi publik. Di tengah sorotan kasus yang menyangkut dana subsidi negara dan hak masyarakat kecil, publik menuntut keterbukaan, bukan sikap tertutup.

Skema Siapa yang Diuntungkan?

Skandal ini memunculkan pertanyaan krusial: siapa yang diuntungkan dari kredit yang diduga diajukan atas nama warga tanpa sepengetahuan mereka? Apakah ada pencairan dana yang telah terjadi? Apakah unit rumah benar-benar dibangun, atau hanya tercatat di atas kertas?

Jika terbukti, praktik ini berpotensi mengarah pada dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen, penyalahgunaan data pribadi, hingga perbuatan melawan hukum dalam penyaluran pembiayaan subsidi pemerintah.

Program KPR subsidi dirancang sebagai solusi bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah layak. Namun, bila program tersebut justru dimanipulasi demi kepentingan segelintir pihak, maka yang tercoreng bukan hanya lembaga keuangan atau pengembang, melainkan kepercayaan publik terhadap sistem.

Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih berlangsung. Publik Lamongan kini menanti: akankah kasus ini dibuka secara terang benderang, atau justru menguap tanpa pertanggungjawaban?(Red).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

PNM CABANG LAMONGAN BEKALI PELAKU UMKM IBU-IBU MEKAAR DENGAN PENGETAHUAN LEGALITAS USAHA DAN BRANDING PRODUK USAHA

27 July 2026 - 04:05 WIB

Mengubah Sampah Menjadi Nilai Ekonomi, PNM Dorong Pemberdayaan Nasabah Melalui Program Eco Life

20 July 2026 - 12:13 WIB

PNM Cabang Lamongan Bekali Calon Account Officer Lewat Orientation Basic Training

16 July 2026 - 11:52 WIB

Ketua JMSI Jawa Timur: HUT Media Harus Berdampak bagi Masyarakat

4 July 2026 - 05:22 WIB

Lagi, Gagal Salip Truk Pemotor 19 Tahun Tewas

3 July 2026 - 15:13 WIB

Trending on Berita Terkini