Lamongan, WartaNuswantara.com— Perayaan hari ulang tahun ke-59 Persela Lamongan berlangsung meriah lewat laga ekshibisi bertajuk “Anniversary Game” di Stadion Surajaya, Rabu (6/5/2026). Ribuan suporter yang memadati tribun disuguhi pertandingan penuh drama antara Persela Lamongan menghadapi Deltras FC Sidoarjo yang berakhir dengan skor imbang 3-3.
Atmosfer stadion langsung bergemuruh saat pertandingan baru berjalan lima menit. Winger asing Persela, Jhon Edy Mena, berhasil membuka keunggulan tuan rumah dan membakar semangat pendukung Laskar Joko Tingkir.
Gol cepat tersebut sempat memberi kesan Persela akan mendominasi jalannya laga. Namun Deltras FC mampu menunjukkan perlawanan sengit. Tim berjuluk The Lobster itu menyamakan kedudukan menjelang turun minum melalui gol M. Rafli pada menit ke-43. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan semakin meningkat. Persela kembali unggul lewat tendangan bebas Hambali Tolib pada menit ke-52 yang gagal diantisipasi lini pertahanan Deltras.
Namun Deltras tidak tinggal diam. Dalam rentang dua menit, mereka sukses membalikkan keadaan melalui gol Irman pada menit ke-71 dan Rian Lopes di menit ke-73. Keunggulan 3-2 Deltras membuat jalannya laga semakin menegangkan.
Saat pertandingan tampak akan dimenangkan tim tamu, Persela akhirnya menyelamatkan muka di hadapan pendukung sendiri. Hambali kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat sontekan pada menit ke-89 yang memastikan pertandingan berakhir imbang 3-3.
Tidak hanya menyuguhkan enam gol, laga persahabatan tersebut juga memperlihatkan suasana sportivitas yang hangat antarpendukung kedua tim. Di tengah pertandingan, kelompok suporter Deltras sempat menyanyikan lagu ulang tahun untuk Persela yang kemudian dibalas ucapan terima kasih dari tribun pendukung tuan rumah.
Pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti, mengatakan pertandingan memang dirancang sebagai hiburan bagi masyarakat Lamongan dalam momentum ulang tahun klub.
“Kita bersyukur tadi banyak gol, karena tujuannya memang untuk menghibur masyarakat. Penonton datang ke stadion tentu ingin melihat pertandingan menarik dan banyak gol,” ujar Bima usai laga.
Menurut mantan kapten Timnas Indonesia itu, hasil imbang menjadi gambaran seimbangnya kekuatan kedua tim yang tampil terbuka sepanjang pertandingan.
“Ini pertandingan persaudaraan. Kedua tim sama-sama bermain menyerang dan menciptakan peluang. Jadi hasil imbang rasanya cukup adil,” katanya.
Laga tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa sepak bola tidak hanya soal hasil akhir, tetapi juga tentang hiburan, kebersamaan, dan semangat sportivitas yang tetap terjaga di tengah rivalitas di lapangan. (Red).
















