Menu

Dark Mode
Penyerahan SK Delapan DPC PPP Jatim Jadi Momentum Penguatan Organisasi hingga Akar Rumput Pengadaan Buku Pendamping Disebut Berdasarkan Kesepakatan Orang Tua JMSI Jatim Periode 2025–2030 Dilantik, Siap Hadapi Tantangan Media Digital PAD Lamongan Menguat, Realisasi Pajak Daerah Hampir Sentuh Separuh Target Tahunan Penumpang Kereta di Lamongan Meningkat 21 Persen, Perbaikan Infrastruktur Jadi Salah Satu Faktor Satpol PP Lamongan Gelar Operasi Penertiban Rutin Setiap Senin hingga Kamis, Sasar PKL dan PNS

Berita Terkini

Penumpang Kereta di Lamongan Meningkat 21 Persen, Perbaikan Infrastruktur Jadi Salah Satu Faktor

badge-check


					Penumpang Kereta di Lamongan Meningkat 21 Persen, Perbaikan Infrastruktur Jadi Salah Satu Faktor Perbesar

LAMONGAN, WartaNuswantara.com– Mobilitas masyarakat di Kabupaten Lamongan melalui transportasi kereta api mengalami peningkatan signifikan sepanjang Mei 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat jumlah penumpang di Stasiun Lamongan naik 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Data KAI Daop 8 Surabaya menunjukkan, selama Mei 2026 sebanyak 22.521 pelanggan menggunakan layanan di Stasiun Lamongan. Jumlah tersebut terdiri atas 10.722 penumpang berangkat dan 11.799 penumpang tiba.

Angka tersebut meningkat dibandingkan Mei 2025 yang mencatat total 18.605 pelanggan, dengan rincian 9.218 pelanggan berangkat dan 9.387 pelanggan datang.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan kenaikan jumlah pelanggan menunjukkan meningkatnya mobilitas masyarakat sekaligus kepercayaan publik terhadap moda transportasi kereta api yang dinilai aman, nyaman, dan tepat waktu.

Peningkatan penumpang pada jam-jam berangkat dan pulang kerja sangat terasa akhir-akhir ini, terlihat kepadatan di Stasiun Kereta Api Lamongan.

“Kereta api saat ini menjadi pilihan masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai bekerja, pendidikan, bisnis hingga wisata. Kami terus berupaya meningkatkan kualitas layanan agar pelanggan mendapatkan pengalaman perjalanan yang lebih baik,” kata Mahendro dalam keterangan tertulis, Senin (8/6/2026).

Selain faktor peningkatan aktivitas masyarakat, lonjakan pengguna kereta api di Lamongan juga diduga dipengaruhi kondisi lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama yang mengalami kepadatan akibat proyek perbaikan infrastruktur.

Saat ini, perbaikan dan pembangunan jembatan di dua titik strategis, yakni Jembatan Kesambi di Desa Kesambi, Kecamatan Pucuk, serta Jembatan Kepuh di Dusun Gajah, Desa Rejosari, Kecamatan Deket, berdampak pada arus kendaraan. Terlebih, Jembatan Kepuh merupakan salah satu akses keluar-masuk Jalur Lingkar Utara (JLU) Lamongan yang setiap hari dilalui kendaraan dari berbagai daerah.

Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan dan waktu tempuh perjalanan darat menjadi lebih panjang, terutama pada jam-jam sibuk. Situasi ini mendorong sebagian masyarakat beralih menggunakan kereta api untuk menghindari kemacetan.

Salah seorang penumpang KA tujuan Surabaya, Ahmad Fauzi (35), warga Lamongan, mengaku mulai rutin menggunakan kereta api sejak beberapa bulan terakhir. Menurutnya, perjalanan menggunakan kendaraan pribadi kini membutuhkan waktu lebih lama akibat kepadatan lalu lintas di sejumlah titik.

Kepadatan Lalulintas Akibat Perbaikan Jembatan di kesambi ( foto bawah kanan) dan antrean kendaraan yang mengular di Pintu Keluar Masuk JLU Sisi Timur di Dusun Gajah Desa Rejosari ( Foto atas dan kiri bawah).

“Kalau naik kendaraan sendiri sering terjebak macet karena ada perbaikan jembatan. Apalagi di sekitar akses JLU dan jalur Pantura. Sekarang saya lebih sering naik kereta karena waktunya lebih pasti, nyaman, dan tidak perlu khawatir terlambat sampai tujuan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Siti Rahma (28), pekerja yang setiap hari bepergian ke Surabaya. Ia menilai kereta api menjadi alternatif transportasi paling efisien di tengah meningkatnya kepadatan kendaraan di jalan raya.

“Dulu saya sering naik bus atau kendaraan pribadi. Tapi sejak ada beberapa titik perbaikan jalan dan jembatan, perjalanan jadi lebih lama. Kereta jauh lebih praktis dan jadwalnya jelas,” katanya.

Untuk mengakomodasi tingginya kebutuhan masyarakat, KAI Daop 8 Surabaya terus melakukan peningkatan layanan melalui optimalisasi aplikasi Access by KAI, pembenahan fasilitas stasiun, peningkatan kebersihan dan kenyamanan ruang tunggu, serta penguatan aspek keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan.

Keberadaan Stasiun Lamongan juga dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi daerah. Selain menjadi sarana mobilitas masyarakat, stasiun tersebut turut menopang sektor perdagangan, pendidikan, hingga pariwisata di Lamongan dan wilayah sekitarnya.

Dengan masih berlangsungnya sejumlah proyek infrastruktur jalan dan jembatan di Lamongan, kereta api diperkirakan akan tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang mengutamakan efisiensi waktu perjalanan dan kenyamanan transportasi. (Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Penyerahan SK Delapan DPC PPP Jatim Jadi Momentum Penguatan Organisasi hingga Akar Rumput

10 June 2026 - 16:05 WIB

Pengadaan Buku Pendamping Disebut Berdasarkan Kesepakatan Orang Tua

10 June 2026 - 15:50 WIB

JMSI Jatim Periode 2025–2030 Dilantik, Siap Hadapi Tantangan Media Digital

10 June 2026 - 15:39 WIB

PAD Lamongan Menguat, Realisasi Pajak Daerah Hampir Sentuh Separuh Target Tahunan

9 June 2026 - 14:07 WIB

Satpol PP Lamongan Gelar Operasi Penertiban Rutin Setiap Senin hingga Kamis, Sasar PKL dan PNS

9 June 2026 - 03:37 WIB

Trending on Daerah