PAD Lamongan Menguat, Realisasi Pajak Daerah Hampir Sentuh Separuh Target Tahunan
Lamongan, wartanuswantara.com – Kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lamongan dalam mengoptimalkan penerimaan daerah sepanjang semester pertama tahun 2026 menunjukkan hasil yang cukup positif. Berdasarkan data realisasi pajak daerah yang tercantum dalam Sistem Informasi Pajak Online (SInOPa) pada Selasa, (9/6), capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak daerah pada triwulan II mengalami peningkatan signifikan dibandingkan triwulan I.
Pada triwulan I (Januari–Maret), realisasi pajak daerah tercatat sebesar Rp55,47 miliar atau 19,89 persen dari target tahunan sebesar Rp278,87 miliar. Rinciannya, penerimaan Januari mencapai sekitar Rp17,75 miliar, Februari berkisar Rp18 miliar, dan Maret sebesar Rp19,26 miliar.
Memasuki triwulan II (April–Juni), kinerja penghimpunan pajak daerah melonjak.
Total realisasi hingga akhir Juni mencapai Rp124,02 miliar atau 44,47 persen dari target tahunan. Dengan demikian, selama April hingga Juni terdapat tambahan penerimaan sekitar Rp68,54 miliar, atau lebih tinggi dibanding akumulasi penerimaan sepanjang triwulan pertama.
Lonjakan tersebut terutama ditopang oleh penerimaan pada April yang menjadi bulan dengan kontribusi terbesar sepanjang semester pertama. Berdasarkan grafik realisasi bulanan, penerimaan pajak daerah pada April mencapai kisaran Rp39 miliar, jauh di atas rata-rata penerimaan triwulan I yang berada di angka sekitar Rp18 miliar per bulan.
Setelah mencatatkan puncak penerimaan pada April, tren realisasi mulai melandai. Pada Mei, penerimaan berada di kisaran Rp24 miliar, sedangkan Juni hanya menyumbang tambahan sekitar Rp5 miliar. Meski demikian, akumulasi triwulan II tetap berhasil mendongkrak capaian PAD hingga hampir dua kali lipat dibanding triwulan sebelumnya.
Beberapa jenis pajak menjadi tulang punggung penerimaan daerah. Hingga akhir Juni, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) mencatat realisasi sebesar Rp40,17 miliar atau 43,50 persen dari target. Di dalamnya, PBJT Tenaga Listrik menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp33,02 miliar atau 44,78 persen dari target.
Selain itu, Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) terealisasi sebesar Rp26,17 miliar atau 40,23 persen dari target. Sementara Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menunjukkan kinerja paling menonjol dengan capaian Rp20,18 miliar atau 70,23 persen dari target tahunan.
Adapun Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) mencatat realisasi sebesar Rp21,71 miliar atau 37,32 persen dari target Rp58,20 miliar.
Kepala Bapenda Kabupaten Lamongan, Edy Yunan Achmadi, menilai capaian tersebut merupakan hasil dari upaya optimalisasi pemungutan pajak daerah yang terus dilakukan oleh jajarannya. Pihaknya juga akan terus memaksimalkan potensi-potensi penerimaan yang masih dapat digali pada semester kedua agar target PAD tahun 2026 dapat tercapai.
Secara keseluruhan, perbandingan dua triwulan pertama menunjukkan adanya percepatan kinerja Bapenda dalam menghimpun PAD. Jika pada akhir Maret capaian baru menyentuh 19,89 persen dari target tahunan, maka pada akhir Juni realisasi telah meningkat menjadi 44,47 persen.
Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi kemampuan fiskal Pemerintah Kabupaten Lamongan. Namun demikian, Bapenda tetap dihadapkan pada tantangan untuk menjaga konsistensi penerimaan pada semester kedua, terutama setelah tren perlambatan mulai terlihat pada Mei dan Juni, sehingga target pajak daerah sebesar Rp278,87 miliar hingga akhir tahun dapat terealisasi secara optimal. (Red)












