Menu

Dark Mode
LSM Formal Desak BFI Finance Klarifikasi Dugaan Penyebaran Data Nasabah dan Penahanan BPKB Warga Binaan Lapas Lamongan Hasilkan Selada Hidroponik untuk Program Makan Bergizi Gratis Hari Lahir Pancasila: Jangan Biarkan Hanya Menjadi Seremoni Dominasi Sepanjang Turnamen Tak Berbuah Gelar, Narayana FC U-13 Finis Sebagai Runner-up Pra Soeratin 2026 Kebakaran Gudang Milik Swasta di Kebet Lamongan Rugikan Rp150 Juta, Polisi Lakukan Penyelidikan Merasa Ditipu Soal Status Pernikahan, Biduan Asal Babat Tempuh Jalur Hukum

Agro Sektor

Zero Waste Academy 2026 Digelar di Wringinanom Gresik, Jadi Rujukan Pengelolaan Sampah Berbasis Desa

badge-check


					Zero Waste Academy 2026 Digelar di Wringinanom Gresik, Jadi Rujukan Pengelolaan Sampah Berbasis Desa Perbesar

Zero Waste Academy 2026 Digelar di Wringinanom Gresik, Jadi Rujukan Pengelolaan Sampah Berbasis Desa 

Gresik, WartaNuswantara.com— Sebanyak 12 kota/ kabupaten dan berbagai komunitas dari Jawa Timur mengikuti kegiatan Zero Waste Academy (ZWA) 2026 yang berlangsung di Desa Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama tentang praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang telah berhasil diterapkan di desa tersebut.

Peserta berasal dari Kota Surabaya, Kabupaten Jombang, Kota dan Kabupaten Kediri, Kota Malang, Kota Batu, serta sejumlah daerah lain. Mereka mempelajari secara langsung sistem pengelolaan sampah terpadu yang dijalankan TPST 3R Wringinanom, mulai dari pemilahan di sumber, pengolahan, hingga penguatan partisipasi warga.

Para peserta khidmat dalam menyimak materi yang disampaikan

Ketua TPST 3R Wringinanom, H. Abdul Rahim, mengaku bersyukur dan bangga desanya dipercaya menjadi lokasi pembelajaran lintas daerah.

“Terus terang saya senang sekaligus terharu. Apa yang ada di Wringinanom ini bukan kerja satu orang, tapi hasil gotong royong teman-teman pengelola dan warga,” ujar pria yang akrab disapa Abah Rahim.

Menurut Abah Rahim, proses membangun sistem pengelolaan sampah yang berjalan baik tidaklah mudah.

“Kami membangun pengelolaan sampah ini dengan perjuangan yang cukup berat. Banyak tantangan, tapi kami percaya sampah harus diselesaikan dari desa,” katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton), Dr. Daru Setyorini, menyampaikan apresiasi atas konsistensi TPST 3R Wringinanom dalam mengelola sampah secara berkelanjutan. Ia menilai praktik yang dilakukan di Wringinanom menunjukkan bahwa pendekatan berbasis komunitas mampu menjadi solusi nyata krisis sampah.

Diskusi dengan selingan game dalam acara zero waste academy 2026

“TPST 3R Wringinanom adalah contoh bahwa pengelolaan sampah tidak harus bergantung pada teknologi mahal. Yang utama adalah komitmen warga, sistem yang jelas, dan pendampingan yang berkelanjutan,” ujar Daru.

Zero Waste Academy 2026 merupakan program pembelajaran dan replikasi praktik baik pengelolaan sampah yang mendorong pengurangan sampah dari sumber, sejalan dengan prinsip nol sampah (zero waste) dan ekonomi sirkular. Melalui kegiatan ini, diharapkan daerah-daerah peserta dapat mengadaptasi model serupa sesuai dengan konteks lokal masing-masing.( Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

LSM Formal Desak BFI Finance Klarifikasi Dugaan Penyebaran Data Nasabah dan Penahanan BPKB

2 June 2026 - 08:06 WIB

Warga Binaan Lapas Lamongan Hasilkan Selada Hidroponik untuk Program Makan Bergizi Gratis

1 June 2026 - 16:56 WIB

Kebakaran Gudang Milik Swasta di Kebet Lamongan Rugikan Rp150 Juta, Polisi Lakukan Penyelidikan

1 June 2026 - 15:18 WIB

Merasa Ditipu Soal Status Pernikahan, Biduan Asal Babat Tempuh Jalur Hukum

31 May 2026 - 03:23 WIB

PDIP Soroti Transparansi APBN untuk Sapi Kurban Presiden

29 May 2026 - 15:36 WIB

Trending on Berita Terkini