Cak Imin Kunjungi Nasabah PNM Mekaar di Gresik, Dorong Penguatan UMKM Berbasis Potensi Lokal
GRESIK, WartaNuswantara.com – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, mengunjungi Desa Mengare Watu Agung, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu (8/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau secara langsung kegiatan klasterisasi usaha olahan hasil laut yang dijalankan nasabah binaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar di wilayah Gresik.
Dalam kunjungannya, Cak Imin melihat aktivitas pengolahan hasil laut menjadi berbagai produk usaha, di antaranya terasi dan kerupuk. Ia juga meninjau sejumlah usaha milik nasabah binaan PNM Mekaar sekaligus berdialog langsung dengan para pelaku usaha.
Suasana dialog berlangsung penuh keakraban. Cak Imin tampak antusias mendengarkan pengalaman para nasabah dalam menjalankan usaha, termasuk perkembangan bisnis, tantangan produksi, hingga upaya mereka memasarkan produk.
Para pelaku usaha mengaku keberadaan PNM Mekaar memberikan manfaat dalam membantu perputaran modal dan pengembangan usaha yang mereka jalankan.
Program tersebut dinilai tidak hanya memberikan dukungan permodalan, tetapi juga pendampingan bagi pelaku usaha melalui pembekalan pengelolaan bisnis, penguatan kapasitas usaha, serta pengetahuan mengenai pemasaran produk agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas di luar wilayah desa.
Salah seorang nasabah binaan menyampaikan bahwa dukungan PNM Mekaar sangat membantu pelaku usaha pra-sejahtera untuk mengembangkan bisnis secara bertahap.
“Dengan adanya PNM Mekaar, kami merasa sangat terbantu, terutama untuk perputaran modal usaha. Selain modal, kami juga mendapatkan pendampingan dan pembekalan bagaimana mengelola usaha,” ujar salah satu nasabah.
Kunjungan Cak Imin menjadi momentum untuk melihat secara langsung bagaimana pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dapat mendorong kemandirian ekonomi.
Potensi hasil laut yang diolah menjadi produk bernilai tambah seperti terasi dan kerupuk dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan, terutama melalui peningkatan kualitas produksi, kemasan, pemasaran, dan perluasan akses pasar.
Pemberdayaan pelaku usaha mikro di tingkat desa menjadi salah satu bagian penting dalam upaya memperkuat ekonomi masyarakat. Dukungan permodalan yang disertai pendampingan diharapkan mampu membuat pelaku usaha tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas.
Melalui kunjungan tersebut, pemerintah juga dapat melihat secara langsung berbagai kebutuhan pelaku usaha di lapangan, sekaligus mendorong agar potensi ekonomi lokal terus dikembangkan sehingga memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan di Desa Mengare Watu Agung, Kecamatan Bungah, Gresik, tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara program pemberdayaan, akses pembiayaan, pendampingan usaha, serta penguatan pemasaran untuk menciptakan ekosistem usaha mikro yang berkelanjutan. (HV)












