DPW PPP Jatim Terbitkan SK Kepengurusan Baru, Perkuat Partai Menuju Pemilu 2029
SURABAYA, Wartanuswantara.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Timur mulai melakukan penataan organisasi sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. Langkah tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan baru kepada sejumlah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP kabupaten/kota untuk masa bakti 2026–2031.
Prosesi penyerahan SK berlangsung di Kantor DPW PPP Jawa Timur, Surabaya, Senin (15/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi internal partai guna memperkuat struktur organisasi hingga tingkat bawah.
Ketua DPW PPP Jawa Timur, H. Arif Winarko, S.H., meminta seluruh pengurus DPC yang telah menerima mandat kepengurusan segera menjalankan konsolidasi organisasi serta meningkatkan aktivitas kepartaian di wilayah masing-masing.
“Setelah menerima SK, seluruh jajaran pengurus harus segera bekerja membangun soliditas organisasi dan memperkuat koordinasi hingga ke tingkat bawah,” ujarnya.
Adapun DPC PPP yang menerima SK kepengurusan baru meliputi Kabupaten Pasuruan dengan Ketua H. Agus Abdullah, S.H. dan Sekretaris Abdullah Kafabih; Kabupaten Gresik dengan Ketua H. Khoirul Huda, S.Ag. dan Sekretaris H. Ach. Zainuddin, S.T.; Kabupaten Probolinggo dengan Ketua H. Mahdi, S.E., S.H. dan Sekretaris H. Abdul Manap.
Selanjutnya, Kabupaten Blitar dipimpin Ardabili, S.H. sebagai ketua dan M. Abror sebagai sekretaris. Untuk Kabupaten Sumenep, kepengurusan diketuai M. Syukri, S.H. dengan sekretaris Dr. Moh. Asy’ari M., M.Fil.I. Sementara Kabupaten Jember dipimpin KH. M. Madini F., S.Sos. bersama Sekretaris Ikbal Wilda F., S.H., M.Kn.
Di Kabupaten Tulungagung, jabatan ketua dipercayakan kepada Drs. Nur Shodri dengan Ardhya Pramesti R.C. sebagai sekretaris.
Penyerahan SK tersebut juga menjadi bagian dari strategi penyegaran kepengurusan dan penguatan mesin partai di daerah. DPW PPP Jawa Timur menargetkan terbentuknya struktur organisasi yang lebih efektif, mulai dari tingkat wilayah, cabang, anak cabang hingga ranting.
Selain memperkuat basis konstituen tradisional, kepengurusan baru juga diharapkan mampu memperluas jangkauan dukungan di kalangan pemilih muda, termasuk generasi milenial dan Generasi Z. Kehadiran sejumlah tokoh berlatar belakang pesantren, akademisi, dan profesional dalam struktur kepengurusan dinilai dapat menjadi modal untuk menggabungkan pendekatan kultural dan manajemen organisasi yang lebih modern.
DPW PPP Jawa Timur juga menginstruksikan seluruh DPC segera menyusun kelengkapan Pengurus Harian (PH) serta memperkuat koordinasi dengan Pengurus Anak Cabang (PAC) dan ranting di tingkat desa maupun kelurahan.
Melalui langkah konsolidasi tersebut, PPP Jawa Timur berharap dapat memperkuat kapasitas organisasi sekaligus meningkatkan kesiapan partai dalam menghadapi dinamika politik nasional menjelang Pemilu 2029. (Red)












